Mewakili Bupati Paser dr. Fahmi Fadli, Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Paser Adi Maulana meninjau langsung Outlet Ketahanan Pangan dan pelaksanaan Pasar Murah pada Selasa (17/3/2026).
Langkah proaktif ini merupakan instruksi langsung dari Bupati guna memantau dinamika pasar di pekan-pekan krusial Ramadan. Kunjungan lapangan ini juga dirangkai dengan koordinasi virtual bersama jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur serta kepala daerah se-Kaltim untuk menyelaraskan strategi pengendalian inflasi daerah.
Pemerintah Kabupaten Paser tidak sekadar memantau, namun melakukan aksi nyata. Hingga pertengahan Maret ini, Pemkab melalui Dinas Ketahanan Pangan telah menggelar 13 kali Pasar Murah di berbagai titik strategis.
Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Paser, Budy Hartika Eka Putra menambahkan upaya stabilitas harga sudah kita lakukan bahkan sejak beberapa hari sebelum memasuki bulan Ramadan.
"Kerja sama erat dengan Bulog menjadi kunci agar distribusi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur tetap tepat sasaran,” ujar Budi.
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Ketahanan Pangan, masyarakat Paser tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan stok. Hasil perhitungan neraca pangan menunjukkan bahwa 11 bahan pangan strategis di Kabupaten Paser saat ini dalam kondisi surplus.
Adi Maulana, dalam dialognya dengan para pedagang menekankan pentingnya menjaga etika niaga di tengah lonjakan permintaan.
"Selain memastikan stok fisik tersedia, kami juga memastikan aksesibilitas harga bagi masyarakat melalui subsidi di pasar murah ini. Gas elpiji juga menjadi perhatian khusus kami agar penyalurannya lancar hingga hari H lebaran," tegasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani