Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PPU Turunkan Kasus Malaria, Target Zona Hijau Kian Dekat

Ahmad Maki
Penulis: Ahmad Maki❯


Advertisement

Kepala Dinkes PPU, Jansje Grace Makisurat.
Kepala Dinkes PPU, Jansje Grace Makisurat.

KALTIMPOST.ID, PENAJAM
– Upaya pengendalian malaria di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menunjukkan hasil.

Dalam beberapa tahun terakhir, status daerah ini berangsur membaik seiring menurunnya jumlah kasus yang sempat mengkhawatirkan.

Advertisement

Perlahan tapi pasti, langkah-langkah antisipatif yang dijalankan Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU mulai menuai hasil.

Program kesehatan yang digencarkan, termasuk pencegahan penyakit menular, kini menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Kalimantan Timur 2025 di Ibu Kota Nusantara, 7–9 Oktober lalu.

Di tengah forum itu, Kepala Dinkes PPU, Jansje Grace Makisurat, mengungkapkan kabar menggembirakan: PPU kini tidak lagi berada di zona merah.

Advertisement

“Kita bersyukur, Kabupaten Penajam Paser Utara saat ini sudah masuk zona kuning. Sebelumnya kita sempat berada di zona merah, tapi sekarang kasusnya sudah menurun,” ujarnya.

Menurut Jansje, program ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria) tetap menjadi prioritas.

Langkah ini sejalan dengan target eliminasi malaria di Kaltim pada 2027, dengan angka prevalensi di bawah 1 persen.

“Terakhir data kami menunjukkan kasus malaria di PPU masih sekitar 5–7 persen. Angka ini memang masih tinggi dibanding daerah lain, tapi terus kita tekan,” jelasnya.

Wilayah seperti APMR dan Sotek disebut masih menjadi penyumbang terbesar kasus malaria.
Daerah tersebut merupakan titik masuk bagi pekerja dari luar, seperti Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jansje menegaskan, penularan bukan berasal dari warga lokal. “Sebagian besar kasus yang kami temukan berasal dari pendatang.

Namun, deteksi dan pengobatan tetap kami lakukan agar tidak menyebar,” katanya.

Ia optimistis, dengan penguatan deteksi dini dan pengawasan lapangan, PPU bisa segera mencapai status zona hijau.

“Mudah-mudahan tahun depan kita bisa hijau. Itu target kami,” pungkasnya.

Dalam Rakerkesda Kaltim 2025, setiap kabupaten dan kota juga diminta memaparkan capaian serta tantangan di 12 indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang menjadi tolok ukur keberhasilan layanan kesehatan daerah. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kualitas Udara di PPU Masuk Kategori Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif

Kualitas Udara di PPU Masuk Kategori Tidak Sehat untuk Kelompok Sensitif

Kualitas udara di Penajam Paser Utara (PPU) masuk kategori tidak sehat. Simak data polusi PM2,5 dan rekomendasi kesehatan dari Dinkes PPU.

Kasus Diare PPU Naik Saat Kemarau, Dinkes Pastikan Stok Obat Aman

Kasus Diare PPU Naik Saat Kemarau, Dinkes Pastikan Stok Obat Aman

Dinkes PPU mencatat 2.084 kasus diare hingga Juli 2026 dan memastikan ketersediaan oralit serta zinc di fasilitas kesehatan.

Ratusan Ribu Kasus Tercatat di Indonesia, Kenali Gejala dan Cara Cegah Malaria Sebelum Terlambat

Ratusan Ribu Kasus Tercatat di Indonesia, Kenali Gejala dan Cara Cegah Malaria Sebelum Terlambat

Malaria masih mengancam dengan ratusan ribu kasus di Indonesia. Kenali gejala awal, risiko komplikasi, dan langkah pencegahannya di sini.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer