Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejumlah Program PUPR PPU Awal 2026 Ditunda, Menunggu Transfer Dana Pusat

Ahmad Maki
Penulis: Ahmad Maki❯
Petriandy Ponganton Pasulu
Petriandy Ponganton Pasulu

 


Advertisement

KALTIMPOST.ID, PENAJAM–Sejumlah kegiatan dan program Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada awal tahun 2026, khususnya Bidang Bina Marga, sementara ditunda.

Penundaan tersebut dilakukan menyusul kebijakan penahanan sementara anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR PPU Petriandy Ponganton Pasulu menjelaskan, penundaan itu merujuk pada surat edaran Bupati PPU Mudyat Noor. “Dana-dana yang bersumber dari APBD masih kami hold dulu. Sehingga belum bisa dilelang. Menunggu transfer dana dari pemerintah pusat,” ujarnya, Rabu (4/2).

Advertisement

Namun, Petriandy menyebut, pihaknya tetap dapat melaksanakan lelang untuk kegiatan yang dananya berasal dari sumber earmark. Dana earmark tersebut di antaranya berasal dari Bantuan Keuangan (Bankeu) serta Dana Bagi Hasil (DBH) sawit yang diperuntukkan bagi Bidang Bina Marga.

Sementara itu, untuk Dana Alokasi Khusus (DAK), Petriandy mengungkapkan pada tahun ini Bidang Bina Marga tidak mendapatkan alokasi tersebut. DAK di lingkungan Dinas PUPR PPU hanya diterima Bidang Cipta Karya, khususnya untuk kegiatan sanitasi.

“DAK tahun ini kebetulan yang dapat hanya Bidang Cipta Karya, informasinya untuk sanitasi. Kalau Bina Marga sebelumnya pernah dapat, tapi tahun ini tidak,” katanya.

Advertisement

Dia menduga kebijakan pemerintah pusat saat ini lebih memprioritaskan program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang menjadi program strategis nasional dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan provinsi, kabupaten maupun kota yang rusak, menggunakan dana APBN.

Tujuannya meningkatkan konektivitas, mendukung kawasan produktif (pangan/industri), dan memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Proyek itu difokuskan pada perbaikan jalan untuk mempermudah akses logistik dan mobilitas warga.

Hal itu terbukti dengan keberhasilan PPU memperoleh anggaran IJD tahun lalu melalui koordinasi intensif antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU dan Kementerian PU.

Petriandy menambahkan, program IJD tersebut direalisasikan pada peningkatan jalan di wilayah Tunan menuju kawasan pantai. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur (Kaltim). “Lokasinya di Jalan Tunan ke arah pantai,” imbuhnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Samarinda Panggil PUPR, Kejar Kepastian Sertifikat Laik Fungsi Terowongan

DPRD Samarinda Panggil PUPR, Kejar Kepastian Sertifikat Laik Fungsi Terowongan

DPRD Samarinda akan panggil PUPR untuk minta kejelasan operasional Terowongan Samarinda yang belum dibuka karena kendala SLF.

Proyek Bandara Tunggu Verifikasi Kementerian, PUPR Mahulu Fokus Tuntaskan Infrastruktur Jalan

Proyek Bandara Tunggu Verifikasi Kementerian, PUPR Mahulu Fokus Tuntaskan Infrastruktur Jalan

Prioritas utama pemerintah daerah saat ini adalah membuka dan meningkatkan akses jalan, yang dinilai menjadi penggerak utama perekonomian.

PUPR Mahulu Benahi SPAM, Andalkan Sumber Mata Air untuk Penuhi Kebutuhan 20 Tahun ke Depan

PUPR Mahulu Benahi SPAM, Andalkan Sumber Mata Air untuk Penuhi Kebutuhan 20 Tahun ke Depan

Penampungan air gunung dari Simpang Aguan sudah befungsi dan jadi sumber air bersih yang bisa dinikmati masyarakat sebagai sumber air baku.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer