
KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merilis data terbaru mengenai pergerakan harga komoditas pangan pokok di wilayah Serambi Nusantara.
Berdasarkan sistem monitoring Panel Harga Pangan per Jumat (5/6), fluktuasi harga di pasar tradisional PPU menunjukkan tren yang variatif, di mana beberapa komoditas dapur mengalami kenaikan signifikan, namun mayoritas bahan pangan utama lainnya justru cenderung melandai.
Baca Juga: Gandeng ASDP, Sat Polairud Polres PPU Sisir Sampah di Pelabuhan Speedboat Penajam
Kepala Disketapang Kabupaten PPU, Mulyono, memaparkan bahwa pemantauan harga secara real-time ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas wilayah PPU yang kini menjadi penopang utama kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Dari pantauan riil berbasis aplikasi Panel Harga, pasokan pangan pokok di Penajam Paser Utara secara umum aman dan mencukupi. Memang ada lonjakan pada komoditas tertentu seperti bawang merah dan bawang putih akibat dinamika pasokan, tetapi di sisi lain, harga beras medium, daging ayam, aneka cabai, hingga ikan segar justru mengalami penurunan yang cukup menguntungkan konsumen," jelas Mulyono saat dikonfirmasi, Minggu (7/6).
Merujuk pada data resmi foto Panel Harga DKP PPU, kelompok bumbu dapur menjadi sorotan utama. Bawang merah mengalami kenaikan tertinggi sebesar 8,69 persen (naik Rp 4.285) menjadi Rp 53.571 per kilogram. Lonjakan juga diikuti oleh bawang putih bonggol yang merangkak naik 5,66 persen (naik Rp 2.143) ke angka Rp 40.000 per kilogram.
Sebaliknya, kabar baik datang dari kelompok aneka cabai yang kekompakannya kompak melandai. Cabai merah keriting turun 5,49 persen (turun Rp 3.125) menjadi Rp 53.750 per kilogram, sementara cabai merah besar menyusut 2,48 persen (turun Rp 1.875) di harga Rp 73.750 per kilogram. Untuk cabai rawit merah, harganya bertahan stabil tinggi di angka Rp 77.500 per kilogram tanpa pergeseran.
Pada sektor pangan utama, pergerakan harga beras relatif terkendali dengan kecenderungan menurun pada varian tertentu. Beras premium naik sangat tipis 0,08 persen (naik Rp 13) menjadi Rp 16.838 per kilogram, dan beras medium non-SPHP naik formalitas 0,01 persen (naik Rp 1) ke posisi Rp 14.858 per kilogram.
Di sisi lain, harga beras medium justru turun 0,67 persen (turun Rp 93) menjadi Rp 13.782 per kilogram, diikuti beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang turun 1,92 persen (turun Rp 250) menjadi Rp 12.750 per kilogram.
Penurunan harga yang cukup melegakan juga terjadi pada sektor pemenuhan protein hewani masyarakat. Daging ayam ras segar tercatat turun 3,65 persen (turun Rp 1.333) menjadi Rp 35,167 per kilogram.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




