Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sensus Ekonomi 2026 PPU Dimulai, Pemkab Pastikan Data Usaha Bukan untuk Pajak

Ahmad Maki
Penulis: Ahmad Maki❯
Margono Hadi Sutanto menyatakan bahwa Pemkab PPU memberikan dukungan penuh terhadap SE 2026.
Margono Hadi Sutanto menyatakan bahwa Pemkab PPU memberikan dukungan penuh terhadap Sensus Ekonomi 2026.

Advertisement

PENAJAM– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Agenda nasional ini disosialisasikan secara kreatif di tengah keramaian Car Free Day (CFD) di Jalur II depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) PPU, Sabtu (27/6/2026).

Pencanangan ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Staf Ahli Bupati PPU Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Margono Hadi Sutanto, bersama Kepala BPS PPU Suko Haryono serta Asisten II Setkab PPU Hadi Saputro.

Pemerintah daerah meminta masyarakat dan pelaku usaha untuk menyukseskan pendataan ini dengan memberikan data yang jujur. Staf Ahli Bupati PPU, Margono Hadi Sutanto, menyatakan bahwa Pemkab PPU memberikan dukungan penuh terhadap SE 2026. Komitmen ini bahkan telah diperkuat melalui surat dukungan resmi dari Bupati PPU.

Advertisement

Margono mengingatkan agar masyarakat tidak perlu khawatir atau mempercayai kabar miring terkait pendataan ini. Ia menegaskan data sensus murni untuk kepentingan pembangunan, bukan untuk instansi perpajakan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha memberikan informasi yang faktual, akurat, dan jujur. Petugas yang turun adalah resmi dari BPS untuk kepentingan statistik, bukan untuk perpajakan atau tujuan lain," jelas Margono.

Advertisement

Menurutnya, data ekonomi yang akurat sangat krusial bagi pemerintah daerah untuk memotret kondisi riil dunia usaha sekaligus menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten PPU, Suko Haryono menjelaskan, alasan memilih kawasan CFD sebagai lokasi pencanangan adalah agar sosialisasi bisa menjangkau masyarakat luas secara langsung.

“Proses pendataan lapangan sebenarnya sudah dimulai sejak pertengahan Juni dan akan terus berlangsung hingga akhir Agustus 2026,” sebutnya. Ia juga membeberkan, terdapat sebanyak 191 petugas lapangan dikerahkan ke seluruh wilayah PPU. Metode pendataan dilakukan dari rumah ke rumah dengan menyasar seluruh aktivitas usaha di sektor non-pertanian.

Petugas juga memberikan jaminan keamanan, baik dari kerahasiaan data pelanggan dilindungi penuh oleh undang-undang. "Kami mengimbau seluruh pelaku usaha menerima petugas kami dengan baik. Seluruh data yang disampaikan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk keperluan statistik," tegas Suko.

Diketahui, kegiatan itu ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama antar-instansi, penyematan atribut petugas sensus secara simbolis, serta simulasi pendataan langsung kepada para pelaku UMKM yang tengah berjualan di area Car Free Day. (riz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Diskominfo Kubar Ajak Pelaku Usaha Beri Data Jujur

Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Diskominfo Kubar Ajak Pelaku Usaha Beri Data Jujur

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Kutai Barat mulai bergulir.

Hetifah Apresiasi Presiden, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Berbasis Data

Hetifah Apresiasi Presiden, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Berbasis Data

Hetifah Sjaifudian menilai Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi kebijakan dan RAPBN 2027. Data dinilai penting untuk jadi fondasi kebijakan.

Pendataan Sensus Ekonomi Kaltim Capai 74 Persen, BPS Ungkap Perubahan Tren Usaha Berbasis Digital

Pendataan Sensus Ekonomi Kaltim Capai 74 Persen, BPS Ungkap Perubahan Tren Usaha Berbasis Digital

Sensus Ekonomi Kaltim 2026 tembus 74 persen. BPS Mas'ud Rifai beberkan perubahan tren pelaku usaha yang kini makin dominan online.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer