Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Pangan di PPU Relatif Stabil, Cabai Rawit Merah Alami Kenaikan Tertinggi

A
Penulis: Ari Arief❯
Ilustrasi petugas Disketapang PPU saat melakukan monitor harga bapokting.(generate ai)
Ilustrasi petugas Disketapang PPU saat melakukan monitor harga bapokting.(generate ai)

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID,PENAJAM–Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merilis data terbaru mengenai perkembangan harga komoditas pangan pokok di tingkat pedagang eceran. Berdasarkan monitoring per 30 Juni 2026, secara umum harga bapokting (bahan pokok penting) di Benuo Taka, PPU terpantau relatif stabil, meski terdapat fluktuasi pada beberapa komoditas hortikultura dan ikan segar.

Kepala Disketapang PPU, Mulyono, saat dikonfirmasi pada Rabu (1/7), mengungkapkan bahwa stabilitas pasokan pangan di PPU masih terjaga dengan baik. Namun, pergerakan harga akibat dinamika pasar global maupun lokal tetap terjadi pada komoditas tertentu seperti cabai dan bawang.

"Dari pantauan tim di lapangan, sebagian besar harga komoditas utama stabil. Hanya beberapa komoditas bumbu dapur dan ikan yang mengalami penurunan, sementara cabai rawit merah tercatat mengalami kenaikan yang cukup signifikan," kata Mulyono kepada Kaltim Post, Rabu pagi.

Berdasarkan data Disketapang PPU, kenaikan tertinggi dialami oleh komoditas Cabai Rawit Merah sebesar 3,61 persen atau naik Rp 1.875, menjadi Rp 53,750 per kilogram (kg). Selain itu, kenaikan tipis sebesar Rp 1 atau sekitar 0,01 persen juga terjadi pada Beras Medium (menjadi Rp 14,032/kg), Minyakita (menjadi Rp 15,830/liter), dan Beras Medium Non SPHP (menjadi Rp 15,144/kg).

Sebaliknya, penurunan harga justru melanda sektor bawang dan ikan segar. Penurunan paling signifikan dialami oleh Ikan Tongkol sebesar 5,88 persen (turun Rp 2.500) menjadi Rp 40.000/kg, disusul Bawang Putih Bonggol yang merosot 4,84 persen (turun Rp 2.143) menjadi Rp 42.143/kg.

Komoditas lain yang juga kompak turun harga di antaranya Ikan Kembung yang turun menjadi Rp 49,167/kg (turun 3,28 persen), Telur Ayam Ras menjadi Rp 28,167/kg (turun 2,87 persen), Bawang Merah menjadi Rp 52,143/kg (turun 2,67 persen), serta Cabai Merah Keriting yang kini berada di angka Rp 51,250/kg (turun 2,38 persen).

Sementara itu, harga daging di PPU dilaporkan sama sekali tidak mengalami perubahan. Daging Sapi Murni tetap bertahan kokoh di angka Rp 150.000/kg, Daging Kerbau Beku Impor seharga Rp 116.250/kg, dan Daging Ayam Ras di kisaran Rp 33,833/kg. Komoditas pokok lainnya seperti Beras Premium (Rp 17,125/kg), Beras SPHP (Rp 13.000/kg), Gula Konsumsi (Rp 19,667/kg), serta Minyak Goreng Kemasan (Rp 23,857/kg) juga terpantau stagnan.

Mulyono menegaskan bahwa Disketapang PPU akan terus mengintensifkan monitoring berkala guna mendeteksi sedini mungkin jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar di pasar tradisional.

"Kami berkomitmen menjaga kestabilan pangan ini. Pemantauan harga harian menjadi instrumen penting bagi kami untuk mengambil langkah intervensi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan yang dapat membebani masyarakat," katanya.(*)

Advertisement
Editor : Thomas Priyandoko
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pangkas Rantai Distribusi, Pemkot Balikpapan Gelar Gerakan Pangan Murah 3 Hari

Pangkas Rantai Distribusi, Pemkot Balikpapan Gelar Gerakan Pangan Murah 3 Hari

Pemkot Balikpapan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Balai Kota Balikpapan selama tiga hari

Update Harga Bapokting di PPU, Bawang Merah dan Daging Ayam Melonjak, Cabai Rawit Justru Turun

Update Harga Bapokting di PPU, Bawang Merah dan Daging Ayam Melonjak, Cabai Rawit Justru Turun

Berdasarkan data Disketapang PPU per 14 Juli 2026, harga bawang merah & ayam ras melonjak, sementara cabai rawit dan beras premium turun.

Harga Bapokting di Samarinda Masih Aman Jelang Iduladha, Wawali Minta Temuan Sidak  Dibereskan

Harga Bapokting di Samarinda Masih Aman Jelang Iduladha, Wawali Minta Temuan Sidak  Dibereskan

Hasil inspeksi mendadak di beberapa titik menjadi catatan serius Pemkot Samarinda setelah menemukan sejumlah poin, seperti masalah elpiji.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer