Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Optimalkan Penyerapan Dana CSR, Pemkab PPU Minta Perusahaan Susun Program Terstruktur

Ahmad Maki
Penulis: Ahmad Maki❯
PROGRAM: Mudyat Noor menegaskan CSR bukan sekadar angka yang dikeluarkan perusahaan kemudian digunakan begitu saja tanpa struktur dan tidak tepat sasaran. (AHMAD MAKI/KP)  
PROGRAM: Mudyat Noor menegaskan CSR bukan sekadar angka yang dikeluarkan perusahaan kemudian digunakan begitu saja tanpa struktur dan tidak tepat sasaran. (AHMAD MAKI/KP)   

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menekankan pentingnya pengelolaan dana dari Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang lebih terarah dan tepat sasaran.

Bupati PPU, Mudyat Noor, didampingi Wakil Bupati PPU, Waris Muin, menyatakan bahwa meski kondisi fiskal daerah yang baik maupun tidak, seharusnya tidak memengaruhi jalannya program CSR.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa program yang dijalankan harus direncanakan secara matang dan tidak sekadar mengeluarkan anggaran tanpa struktur yang jelas.

"CSR ini bukan sekadar angka yang dikeluarkan perusahaan kemudian digunakan begitu saja tanpa struktur dan tidak tepat sasaran. Kita harapkan di forum ini terjadi perubahan, di mana sebelum pelaksanaan TJSL dimulai, sudah ada laporan rencana kegiatan," kata Mudyat, usai menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Forum TJSL, Selasa (14/7/2026).

Menurut Mudyat, perusahaan seharusnya sudah bisa menghitung laba tahun sebelumnya untuk menyusun rencana anggaran CSR di tahun berikutnya. Dengan begitu, alokasi dana dari awal sudah terpetakan dengan baik untuk berbagai sektor krusial.

"Misalnya perusahaan punya dana Rp500 juta, mereka sudah menyusun duluan nih alokasinya ke mana saja. Mulai dari sisi pendidikan, kesehatan, sosial, hingga infrastruktur. Jadi kerangkanya sudah ada dan lebih terarah," ujarnya.

Mudyat juga menyoroti laporan penggunaan dana TJSL selama ini yang dinilai kurang transparan. Banyak bantuan yang disalurkan ke berbagai pihak langsung diklaim sebagai program CSR, padahal pengertian dan esensi TJSL tidak seselewat itu.

Ia berharap dana CSR ke depan dapat memprioritaskan sektor pendidikan (seperti bantuan perlengkapan sekolah), kesehatan (pembangunan Posyandu), serta pengembangan UMKM dan infrastruktur.

"Jika terarah, dana TJSL ini tidak hanya dapat dipertanggungjawabkan dan tepat sasaran, tetapi juga meminimalisir potensi konflik atau gesekan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar," tegasnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Polemik Huta PPU Berlanjut, Mantan Bendahara Ungkap Status Meteran Listrik

Polemik Huta PPU Berlanjut, Mantan Bendahara Ungkap Status Meteran Listrik

Mediasi UMKM Huta PPU membahas polemik listrik dan internal organisasi setelah pemadaman di kawasan alun-alun.

Pemkab Targetkan 1.000 Sambungan Rumah Baru, Desa Api-api Masih Diupayakan 

Pemkab Targetkan 1.000 Sambungan Rumah Baru, Desa Api-api Masih Diupayakan 

Bupati PPU Mudyat Noor menyampaikan dengan adanya peningkatan kapasitas produksi IPA Waru, pelayanan diperluas signifikan.

Sampaikan Laporan APBD 2025 di DPRD, Wabup Waris Muin Kejar Reformasi Perda Pajak Demi Dongkrak PAD PPU!

Sampaikan Laporan APBD 2025 di DPRD, Wabup Waris Muin Kejar Reformasi Perda Pajak Demi Dongkrak PAD PPU!

Mewakili Bupati Mudyat Noor, Wabup Waris Muin sampaikan Laporan APBD PPU 2025 & usulan perubahan Perda Pajak Daerah di DPRD.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer