Terkendala Keterbatasan SDM, Disperkimtan PPU Tetap Kebut Penataan Jalur Protokol


KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Penajam Paser Utara (PPU) tengah mengupayakan penataan lahan di sepanjang jalur protokol. Fokus penataan mencakup koridor dari Penajam menuju Babulu, serta rute Penajam menuju Sepaku.
Kepala Disperkimtan PPU, Riviana Noor, menyatakan bahwa penataan kawasan tersebut membutuhkan pendataan akurat terkait status kepemilikan persil tanah. Hal ini penting untuk menentukan teknik lanskap yang tepat bagi setiap titik lokasi.
"Keterbatasan Sumber Daya Manusia menjadi tantangan yang harus dihadapi di lapangan," ujar Riviana Noor saat dikonfirmasi, Minggu (1/11/2026). Ia menyebut jumlah personel di bidang identifikasi pertanahan saat ini hanya menyisakan enam orang.
Kondisi tersebut diperberat dengan adanya target penyelesaian sertifikasi aset daerah. Program ini merupakan bagian dari indikator penilaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi.
"Enam orang itu sekarang sedang mengejar program sertifikasi yang masuk dalam MCP KPK," tambahnya. Meski personel terbatas, ia menegaskan jajarannya tetap berkomitmen menjalankan instruksi Sekretaris Kabupaten PPU, Tohar.
Sebagai strategi akselerasi, Disperkimtan akan berkolaborasi dengan jajaran camat, lurah, hingga kepala desa untuk melakukan pemetaan awal. Pihaknya berencana mengundang para pemangku wilayah dalam rapat koordinasi teknis dalam waktu dekat.
Selain itu, Riviana berharap penataan ulang tenaga PPPK oleh BKPSDM dapat menambah alokasi personel di bidang pertanahan. Penambahan ini dinilai krusial agar target pemetaan lahan di seluruh wilayah PPU dapat segera terealisasi. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




