KALTIMPOST.ID, Untuk memperkuat upaya pencegahan terhadap praktik pungutan liar (pungli) dan anggota premanisme, Kepolisian Resor Penajam Paser Utara (Polres PPU) terus menggencarkan kegiatan sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) secara menyeluruh di wilayah hukumnya.
Kegiatan sosialisasi ini menyasar berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga warga di lingkungan perkampungan.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polres PPU dalam mendukung program pemerintah menciptakan pelayanan publik yang bersih serta menekan keberadaan oknum-oknum yang kerap meresahkan masyarakat.
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara, SIK, MM, M.Tr.SOU melalui jajaran polsek di wilayah hukum PPU, menegaskan bahwa pemberantasan pungli dan premanisme merupakan prioritas bersama yang harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Kami terus mendorong masyarakat untuk memahami bahaya pungli dan premanisme, serta tidak ragu melaporkan jika menemukan praktik-praktik yang merugikan tersebut,” ujar Kapolsek Babulu, Iptu Syaifudin, SH, mewakili Kapolres PPU, AKBP Andreras Alek Danantara, Jumat (16/5).
Dalam sosialisasi yang digelar di berbagai titik, personel Polri tidak hanya memberikan edukasi hukum dan menjelaskan jenis-jenis pungli, tetapi juga mengingatkan warga akan bahaya aksi premanisme yang dapat berkembang dalam bentuk intimidasi atau pungutan pembohong berkedok keamanan lingkungan.
Pihak kepolisian juga menyampaikan informasi tentang saluran pengaduan yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan segala bentuk penyimpangan yang mencurigakan, baik yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab maupun kelompok-kelompok preman.
Selain meningkatkan kesadaran hukum, kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, bersih, transparan, dan bebas dari praktik ilegal.
Dengan langkah ini, Polres PPU berharap tercipta budaya antikorupsi dan anti-premanisme yang tumbuh dari lingkungan terkecil, menuju terciptanya wilayah yang kondusif dan bebas dari pungli di seluruh pelosok PPU.
Editor : Hernawati