KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung (RAPB) Penajam Paser Utara (PPU) menandai langkah penting dalam peningkatan layanan kesehatan di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Direktur RSUD RAPB dr Lukasiwan Eddy Saputro MM bersama Ketua Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr drg Sri Budi Barunawati secara resmi menjalin kerja sama strategis, Jumat (22/8).
Kerja sama ini berfokus pada pengabdian masyarakat mahasiswa Program Studi S1 Kedokteran Gigi. Dengan tujuan utama memberikan layanan kesehatan gigi dan mulut yang lebih mudah dijangkau oleh masyarakat PPU.
Penandatanganan nota kesepahaman ini juga menandai kesiapan RSUD RAPB sebagai salah satu fasilitas kesehatan pendukung IKN berupa gedung.
Sebagai bagian kesepakatan, RSUD RAPB akan memfasilitasi penggunaan gedung serbaguna untuk menunjang kegiatan pengabdian masyarakat. Fasilitas ini akan menjadi pusat kegiatan bagi mahasiswa kedokteran gigi UGM dalam memberikan edukasi, pemeriksaan, dan pelayanan kesehatan gigi dasar kepada masyarakat.
"Kerja sama ini sangat berharga bagi kami. Dengan dukungan dari FKG UGM, kami berharap dapat mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan gigi di daerah kami," ujar dr Lukasiwan Eddy Saputro.
"Ini adalah wujud komitmen kami untuk tidak hanya memberikan layanan kuratif, tetapi juga preventif kepada masyarakat," tambahnya.
Acara penandatanganan ini juga dihadiri perwakilan penting dari berbagai instansi, menunjukkan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
Terlihat hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan PPU, pejabat manajemen RSUD RAPB, serta ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang PPU.
Kehadiran mereka menegaskan kolaborasi multi-pihak yang solid untuk menyukseskan program ini.
Dr drg Sri Budi Barunawati menyampaikan optimisme bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat timbal balik.
"Melalui pengabdian masyarakat ini, mahasiswa kami tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah, tetapi juga belajar langsung tentang tantangan dan kebutuhan kesehatan masyarakat di lapangan," jelasnya.
"Ini adalah pengalaman yang tak ternilai, sekaligus kontribusi nyata UGM bagi pembangunan kesehatan di PPU, khususnya dalam menyambut IKN," ujarnya.
Dengan terlaksananya kerja sama ini, diharapkan masyarakat Penajam Paser Utara dapat merasakan manfaat langsung berupa akses layanan kesehatan gigi yang lebih baik.
Inisiatif ini juga menjadi contoh nyata sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan fasilitas kesehatan daerah dalam mewujudkan layanan publik yang prima. (*)
Editor : Duito Susanto