KALTIMPOST.ID, PENAJAM — Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) punya peluang merealisasikan statusnya sebagai daerah Minapolitan, sebuah predikat yang telah disematkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak tahun 2012.
Minapolitan merupakan konsep pembangunan ekonomi berbasis wilayah yang berfokus pada sektor kelautan dan perikanan, menciptakan kawasan terintegrasi sebagai pusat produksi, pengolahan, pemasaran.
Sekretaris Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) PPU, Ade Rianto Embongbulan, yang menilai bahwa potensi sektor kelautan dan perikanan PPU sangat besar dan layak dikembangkan secara terintegrasi.
Menurut Ade, penetapan PPU, khususnya Kecamatan Babulu dan Waru sebagai kawasan Minapolitan bukan tanpa alasan.
“Potensinya luar biasa. Jumlah nelayan dan kelompok nelayan juga sangat banyak. Sektor perikanan kita masih pure dan sangat potensial dikembangkan, termasuk dari sisi wisata,” ujarnya, baru-baru ini.
Ia juga menyoroti peran Koperasi Nelayan Merah Putih yang ke depannya akan menjadi motor penggerak integrasi usaha perikanan masyarakat.
Ade menjelaskan bahwa koperasi tersebut tengah diarahkan untuk terhubung secara sistematis dengan Koperasi Merah Putih yang lebih besar, sehingga dapat memperkuat pengelolaan dan pemasaran hasil perikanan lokal.
“Koperasi ini nantinya terintegrasi dalam pelaksanaannya. Harapannya Babulu Laut bisa kembali mencatat sejarah sebagai pusat perikanan yang maju,” tambahnya.
Terkait program kampung nelayan dari KKP, Ade menjelaskan bahwa PPU sebenarnya masih memiliki peluang besar untuk mendapatkan dukungan pembangunan, khususnya pada tahun anggaran 2026. Meski untuk 2025 peluangnya kecil karena waktu pengusulan sudah sangat terbatas, pihaknya tetap optimistis.
“PPU diberikan kesempatan untuk mengusulkan. Tahun ini ada 100 kampung nelayan yang jadi target nasional, tapi baru 36 yang terealisasi. Jadi slot yang tersisa masih banyak. Hanya saja karena sudah masuk November–Desember, peluang kita di 2025 memang kecil. Tapi bukan berarti kami patah semangat,” tegasnya.
Dinas Perikanan PPU, kata dia, saat ini tengah mempersiapkan dan melengkapi seluruh data serta persyaratan yang dibutuhkan untuk pengajuan program Kampung Nelayan Pelabuhan Tinggi. Ade berharap pada 2026 PPU bisa masuk dalam daftar penerima program tersebut.
“Harapan kita 2026 PPU bisa mendapat bantuan pembangunan Kampung Nelayan Pelabuhan Tinggi. Peluangnya sangat besar, dan semua persiapan sedang berjalan,” pungkasnya.
Dengan modal potensi perikanan yang kuat, dukungan kelembagaan, serta optimisme pemerintah daerah, PPU menatap 2026 sebagai momentum penting untuk mempercepat terwujudnya kawasan Minapolitan yang sesungguhnya.
“Bupati PPU, Mudyat Noor juga sudah audiensi dan bertatap muka secara langsung dengan kementerian terkait dan mendapat respons yang luar biasa. Kami optimistis upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan dapat berjalan dengan baik dalam waktu dekat,” imbuhnya. (*)
Editor : Duito Susanto