PENAJAM PASER UTARA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mendorong pengembangan potensi investasi daerah melalui kerja sama dengan berbagai universitas di Indonesia serta lembaga strategis seperti Bank Indonesia (BI).
Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan Pengembangan Iklim, Promosi, dan Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP PPU, Sophian Ahmad Rasyid, mengatakan bahwa salah satu fokus utama saat ini adalah penyusunan kajian investasi berbasis potensi unggulan daerah.
“Kami sudah bekerja sama dengan beberapa universitas di Indonesia. Bahkan ada juga yang dibantu oleh pihak lain seperti Bank Indonesia. Dari kerja sama itu, kami membuat kajian potensi investasi,” ujarnya, Senin (15/12/2025).
Baca Juga: Ketua Komisi I DPRD PPU Sayangkan Studi Tiru Pemdes Giripurwa Jadi Polemik
Salah satu kajian yang telah disusun adalah pengembangan kawasan peternakan sapi potong modern (multiring). Menurut Sophian, ketersediaan lahan yang clean and clear menjadi faktor utama dalam menarik minat investor.
“Biasanya kalau kita mempromosikan potensi investasi, pertanyaan pertama itu soal lahan. Investor cenderung menyukai lahan yang statusnya jelas dan milik pemerintah,” jelasnya.
Untuk pengembangan peternakan sapi modern, Pemkab PPU telah menyiapkan lahan milik pemerintah seluas sekitar 40 hektare yang berada di Kelurahan Sotek. Lahan tersebut berada di bawah penguasaan pemerintah daerah dan kajiannya telah disusun dalam bentuk pra feasibility study (pra-FS).
“Pra-FS kawasan peternakan sapi modern ini sudah ada. Saat ini kajian tersebut sedang diperdalam oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM),” tambah Sophian.
Selain sektor peternakan, DPMPTSP PPU juga tengah menggarap potensi investasi di sektor perhotelan. Hal ini seiring dengan kebutuhan daerah dalam mendukung sektor pariwisata dan kemudahan investasi, khususnya terkait ketersediaan hotel berbintang.
“Kita masih terkendala dengan belum adanya hotel minimal bintang tiga atau empat. Karena itu, kami menargetkan pembangunan hotel bintang empat,” katanya.
Kajian pengembangan hotel bintang empat tersebut kini juga sedang diproses oleh Bank Indonesia dalam bentuk pra-FS. Lokasi yang disiapkan merupakan lahan milik pemerintah seluas kurang lebih 6 hektare, yang berada di sekitar kawasan belakang arena panahan, dekat bundaran di wilayah tersebut.
Baca Juga: PPU Kaji Strategi Peningkatan PAD dari Sektor Pariwisata, Kuatkan Sistem Informasi
Tak hanya itu, Sophian mengungkapkan bahwa sebelumnya Kementerian Investasi/BKPM juga telah menyusun kajian investasi di kawasan yang berdekatan dalam bentuk Investment Project Ready to Offer (IPRO).
Dengan berbagai kajian yang telah dan sedang disusun tersebut, DPMPTSP PPU optimistis minat investor terhadap Penajam Paser Utara akan terus meningkat, seiring dengan kesiapan lahan dan proyek yang semakin matang.
“IPRO itu adalah kajian proyek yang sudah siap ditawarkan ke investor. Lokasinya bersebelahan dengan rencana hotel, dengan luas lahan sekitar 11 hektare. Kajian ini dari Kementerian Investasi,” pungkasnya. (*/riz)
Editor : Muhammad Rizki