KALTIMPOST.ID, PENAJAM-Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengasah profesionalisme pendidik.
Hal ini dibuktikan melalui penyelenggaraan pertemuan Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Penajam yang bertempat di SDN 017 Penajam, Kelurahan Petung, Senin (26/01/2026).
Berdasarkan keterangan tertulis dikutip Selasa (27/1/2026), acara ini dihadiri oleh jajaran penting, di antaranya Kasi PAKIS Kemenag PPU H. Rofiqul Ikhwan.
Baca Juga: Sinergi Jaga Kamtibmas, Kapolres PPU Terima Kunjungan Pemuda Muhammadiyah Kaltim
Kemudian, Pengawas PAI Suparjo Rustam, Pengawas Disdikpora PPU Saeful Khasanah, serta Ketua K3S Kecamatan Penajam M. Yani. Hadir pula para kepala sekolah dan guru agama Islam se-Kecamatan Penajam.
Dalam arahannya, H. Rofiqul Ikhwan menitikberatkan pada dua poin utama. Pertama, adaptasi teknologi dengan menekankan kepada Guru PAI wajib melek digital untuk menghadapi karakteristik Generasi Z.
Kedua, metode kreatif melalui pembelajaran harus bersifat kontekstual dan inovatif agar tetap relevan dengan dinamika zaman.
Dukungan penuh dari pihak sekolah dan K3S mendapat apresiasi dari pengawas PAI, Suparjo Rustam dan Saeful Khasanah.
Mereka memuji kedisiplinan para guru yang hadir sebagai bentuk dedikasi dalam memperbaiki kualitas pengajaran agama di kelas.
Baca Juga: Sabet Penghargaan Nasional, Polres PPU Jadi Garda Terdepan Perlindungan Hukum, Sigap, Humanis
Selaku tuan rumah, Kepala SDN 017 Penajam, Sunariah, menyampaikan rasa bangganya atas kepercayaan yang diberikan, sembari memohon maaf jika ada kekurangan dalam penyediaan sarana prasarana.
Di sisi lain, Ketua KKG PAI Penajam, Firmansyah Asnur, secara resmi memaparkan agenda kerja 2026 yang diharapkan mampu mendongkrak standar mutu pendidikan Islam secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua K3S, M. Yani, menutup dengan ajakan untuk menjaga solidaritas dan ketepatan waktu dalam setiap agenda kolektif.
Melalui forum KKG ini, diharapkan muncul kolaborasi yang solid antara guru, pengawas, dan instansi terkait demi menciptakan ekosistem pendidikan agama yang lebih berkualitas di wilayah Penajam.(*)
Editor : Almasrifah