Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dukung Gizi Anak, SPPG Waru PPU Prioritaskan Belanja Sayur dan Buah dari Petani Lokal

Ahmad Maki • Kamis, 29 Januari 2026 | 21:45 WIB

 Mulyono (kanan) bersama Kepala SPPG Waru, Moh Rizki (tengah).
 Mulyono (kanan) bersama Kepala SPPG Waru, Moh Rizki (tengah).

PENAJAM— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru yang dikelola Yayasan Bakti Benuo Taka resmi diluncurkan. Kehadiran SPPG ini diharapkan mampu mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak, dengan mengutamakan pemanfaatan bahan pangan lokal.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Mulyono, menegaskan bahwa dari sisi ketersediaan bahan pokok, daerah memiliki potensi yang sangat mencukupi untuk mendukung operasional SPPG. Ia menyebutkan, hingga saat ini terdapat enam SPPG yang telah aktif, termasuk di wilayah Kalimantan Utara, dan ke depan diharapkan seluruhnya dapat memanfaatkan bahan pangan dari daerah sendiri.

“Dari segi bahan pokok, mudah-mudahan semua bisa dipenuhi dari lokal. Mulai dari beras, sayur-mayur, hingga buah-buahan. Kita punya banyak buah lokal seperti pisang dan lainnya yang bisa dimanfaatkan,” ujar Mulyono, usai peluncuran, Kamis (29/1/2026).

Baca Juga: Lawan Kejari PPU, Pengacara Eks Direktur BUMDes Sepaku: Kerugian Negara Belum Ada!

Menurutnya, penggunaan bahan pangan lokal tidak hanya menjamin ketersediaan, tetapi juga lebih sesuai dengan selera dan kebiasaan konsumsi anak-anak. Selain itu, pemanfaatan sayur-mayur lokal juga berpotensi memberdayakan petani dan kelompok perempuan yang bergerak di sektor pertanian.

“Petani sayur kita banyak, baik yang di kebun, di warung, maupun di kelompok tani. Itu semua bisa dimanfaatkan, asalkan ada komunikasi dan koordinasi yang baik,” katanya.

Mulyono menekankan pentingnya koordinasi antara SPPG dengan petani dan pihak terkait agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait ketersediaan bahan pangan. Ia mengingatkan agar isu kekurangan bahan tidak muncul hanya karena lemahnya komunikasi, padahal stok sebenarnya tersedia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sebagian SPPG telah mulai bermitra dengan petani lokal. Pola kemitraan tersebut dibangun melalui komitmen kerja sama antara SPPG dan kelompok tani, yang dilandasi rasa saling percaya dan komunikasi yang berkelanjutan.

“Kalau sudah ada komitmen, otomatis saling menjaga. Komitmen itu soal kepercayaan, dan kuncinya komunikasi yang baik,” jelasnya.

Baca Juga: Rencana Pengangkatan Pegawai SPPG MBG Jadi PPPK 2026, Pemkot Balikpapan Tunggu Juknis Pusat

Selain itu, Mulyono juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan pangan secara berlebihan atau menimbun barang, karena dapat mengganggu pasokan di pasar dan memicu kenaikan harga.

“Kita ingin kebutuhan SPPG terpenuhi, tapi tidak sampai mengganggu ketersediaan di pasar. Kalau terjadi kelangkaan, bisa memicu kepanikan dan berdampak pada inflasi,” ujarnya.

Ia optimistis kehadiran SPPG Waru dapat menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah, pengelola SPPG, dan petani lokal.

"Sehingga pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan optimal tanpa mengganggu stabilitas pangan daerah," imbuhnya. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#Makan Bergizi Gratis (MBG) #SPPG #Penajam Paser Utara (PPU) #pangan lokal