Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Harga Pangan Kerap Melonjak saat Ramadan dan Idulfitri, Mudyat: Perlu Sinergi Lintas Daerah  

Ahmad Maki • Jumat, 20 Februari 2026 | 12:56 WIB

Mudyat Noor bersama Kepala KPw BI Balikpapan Robi Ariadi dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud beserta jajaran TPID berkomitmen menjaga nilai inflasi.   
Mudyat Noor bersama Kepala KPw BI Balikpapan Robi Ariadi dan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud beserta jajaran TPID berkomitmen menjaga nilai inflasi.  
 

 

 

BALIKPAPAN – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Kabupaten Paser dan Kota Balikpapan memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Rabu (18/2/2026).

Dalam kesempatan itu, Mudyat Noor menegaskan, bahwa momentum Ramadan dan Idulfitri kerap memicu lonjakan permintaan bahan pokok yang berdampak pada kenaikan harga. “Karena itu, diperlukan langkah konkret dan sinergi lintas daerah dan Bank Indonesia untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga,” tegasnya.

Menurutnya, TPID memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok melalui penguatan kemitraan antardaerah. "Termasuk kerja sama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pangan," ujarnya.

Menurutnya, tantangan utama saat ini terletak pada ketersediaan barang dan stabilitas harga. Untuk itu, Pemkab PPU terus mendorong kemandirian pangan melalui pemberdayaan masyarakat serta kemitraan dengan petani dan nelayan lokal.

Melalui TPID, Pemkab PPU telah menjalankan sejumlah program pengendalian inflasi berbasis strategi 4K. Terutama pada aspek keterjangkauan harga. Di antaranya, operasi pasar murah di Kecamatan Sepaku pada 27 Januari 2026, serta Gerakan Pangan Murah di Desa Karang Jinawi pada 10 Februari dan Desa Bukit Subur pada 12 Februari 2026.

“Kita harus memastikan kebutuhan bahan pangan untuk SPPG terpenuhi tanpa mengganggu stok masyarakat. Kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi menyampaikan, komitmen lembaganya dalam memperkuat kapasitas TPID melalui pelatihan dan koordinasi intensif. “Bank Indonesia terus memperkuat kapasitas TPID agar kebijakan pengendalian inflasi lebih responsif terhadap dinamika pasar,” katanya.

Robi juga mengapresiasi berbagai terobosan Pemkab PPU. Termasuk program pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam komoditas strategis seperti cabai dan tomat.

“Program Pemda PPU menjadi catatan penting dalam penguatan ketahanan pangan regional, termasuk pengembangan kemitraan pada BUMD dan kawasan komoditas pangan bersama Paser dan Balikpapan,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#kota balikpapan #Mudyat Noor #Rahmad masud #Penajam Paser Utara (PPU)