Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

TPA PPU Terima 60 Ton Sampah Setiap Hari, DLH Pantau Potensi Lonjakan Selama Bulan Ramadan

Ahmad Maki • Kamis, 26 Februari 2026 | 14:45 WIB

Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH PPU Kamaruddin.
Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH PPU Kamaruddin.

PENAJAM— Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) belum dapat memastikan adanya peningkatan volume sampah secara signifikan selama bulan suci Ramadan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH PPU Kamaruddin. Kamaruddin menjelaskan, sejauh ini pengangkutan sampah tetap berjalan normal seperti hari biasa. Petugas kebersihan tetap melakukan pengambilan sampah setiap hari, baik pada dini hari maupun malam hari.

“Pengangkutan tetap normal seperti biasa. Ada yang bertugas subuh-subuh, ada juga yang memilih malam hari supaya tenaga mereka tetap terjaga. Yang penting sampah terangkut semua,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga: Pemkab PPU Dukung Pengamanan, Kapolres Perketat Patroli Sahur dan Bukber

Meski demikian, pihaknya belum melakukan analisis khusus terkait perbandingan volume sampah selama Ramadan dengan hari-hari biasa. Data resmi mengenai potensi peningkatan volume sampah juga masih dalam proses rekapitulasi.

“Secara pasti peningkatannya kami belum bisa memastikan. Kami juga belum pernah mengukur dan menganalisis secara khusus saat Ramadan dibandingkan di luar Ramadan,” jelasnya.

Untuk hari biasa, volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) rata-rata mencapai 50 hingga 60 ton per hari. Namun, menurut Kamaruddin, diperlukan peninjauan data lebih lanjut untuk mengetahui apakah terdapat lonjakan selama Ramadan.

“Nanti kami coba lihat datanya setelah seminggu ini, berapa yang masuk ke TPA dan apakah ada peningkatan dari hari biasa,” katanya.

Baca Juga: Ramadan 2026, Layanan Tatap Muka Disdukcapil PPU Turun 50 Persen, Ini Penyesuaian Jam Kerjanya

Terkait jenis sampah yang dominan selama Ramadan, Kamaruddin menyebut pihaknya tidak dapat memastikan secara spesifik. Pasalnya, sampah yang diangkut ke TPA dalam kondisi tercampur, sehingga tidak bisa dipilah berdasarkan jenis untuk mengetahui komposisi dominan.

“Kalau yang masuk ke TPA itu kan sudah tercampur. Jadi tidak bisa dipastikan ini sampah organik lebih banyak atau lainnya. Tapi yang pasti, dari aktivitas pasar takjil tentu ada tambahan sampah,” ungkapnya.

Kamaruddin memastikan akan terus mengoptimalkan layanan pengangkutan sampah selama Ramadan agar kebersihan lingkungan tetap terjaga, meski belum ada analisis resmi terkait lonjakan volume sampah musiman. (*/riz)

Editor : Muhammad Rizki
#ramadan #dlh ppu #Penajam Paser Utara (PPU)