Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Inventarisasi Naskah Kuno Paser, Dispusip PPU Ingatakan Pentingnya Pelestarian Budaya Paser  

Ahmad Maki • Jumat, 27 Februari 2026 | 13:25 WIB

 

 

Kepala Dispusip PPU M Yusuf Basra.   
Kepala Dispusip PPU M Yusuf Basra.  

PENAJAM – Kepala Dinas Perpustakaan dan Pengarsipan (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), M Yusuf Basra mengingatkan pentingnya inventarisasi terhadap sejumlah naskah kuno adat Paser yang tersebar di masyarakat. Namun, untuk menetapkan sebuah dokumen sebagai naskah kuno secara resmi, diperlukan proses verifikasi dan penilaian dari pihak berwenang.

Ia menjelaskan bahwa selama ini naskah -naskah lama yang ditemukan, pada dasarnya dapat disimpan di arsip daerah maupun perpustakaan. Akan tetapi, pengakuan resmi sebagai naskah kuno tidak bisa dilakukan secara sepihak.

“Naskah-naskah kuno itu bisa saja disimpan di arsip atau di perpustakaan. Cuma untuk memproses sampai mengakuinya sebagai naskah kuno itu ada prosesnya juga,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, untuk memastikan status sebuah dokumen sebagai naskah kuno. Biasanya naskah tersebut harus dikirim terlebih dahulu ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Di sana, naskah akan diteliti oleh tenaga fungsional ahli yang berkompeten dalam bidang pernaskahan.

“Baru setelah itu bisa kita klaim. Sekarang ini masih sebatas inventaris,” jelasnya.

Yusuf mengungkapkan, berdasarkan informasi yang beredar, memang ada sejumlah naskah kuno yang dimiliki masyarakat PPU. Namun jumlahnya tidak terlalu banyak dan sebagian besar masih bersifat koleksi pribadi.

“Kalau dengar-dengar sih ada, tapi tidak banyak. Paling naskah-naskah milik pribadi seperti silsilah kerajaan, silsilah keluarga, dan sejenisnya. Yang lainnya saya belum dengar ada,” katanya.

Ia juga menyinggung bahwa sekitar dua tahun lalu sempat ada kegiatan yang memunculkan cukup banyak naskah lama. Namun hingga kini naskah-naskah tersebut belum melalui tahap penilaian resmi. Menariknya, sebagian besar naskah yang ditemukan menggunakan tulisan Arab. Meski demikian, isi naskah tersebut lebih banyak memuat cerita-cerita sejarah.

“Banyak tulisan Arab malah, tapi isinya memang cerita-cerita sejarah,” tambahnya.

Ke depan, Yusuf berharap upaya inventarisasi dan penilaian naskah kuno ini tidak hanya berhenti pada pendataan semata, melainkan bisa menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya daerah.

“Harapan saya, banyak yang membahas budayanya, apa yang bisa kita lakukan untuk menghidupkannya. Jangan hanya disimpan, tapi bagaimana naskah-naskah itu bisa memberi manfaat dan menguatkan identitas sejarah daerah,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#naskah kuno #paser #Dispusip #Penajam Paser Utara (PPU)