Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kemenhaj PPU Khawatir Dampak Perang Iran Bagi Musim Haji 2026

Ahmad Maki • Rabu, 4 Maret 2026 | 14:05 WIB

MASIH KHAWATIR: Kantor Kemenhaj PPU imbau untuk menunda pelaksanaan umrah sampai kondisi Timur Tengah membaik.
MASIH KHAWATIR: Kantor Kemenhaj PPU imbau untuk menunda pelaksanaan umrah sampai kondisi Timur Tengah membaik.


KALTIMPOST.ID, PENAJAM–Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) hingga kini belum menerima laporan resmi terkait jemaah umrah yang terdampak situasi konflik di Timur Tengah.

Staf Kasubag Tata Usaha Kemenag PPU Andryan Muhammad Ikram mengatakan, pihaknya terakhir melakukan kunjungan ke penyelenggara perjalanan umrah pada Juli atau Agustus lalu. Kunjungan tersebut juga menyinggung perkembangan situasi perang yang berpotensi berdampak pada perjalanan ibadah umrah.

“Kalau sejauh ini belum ada data yang masuk ke kami terkait umrah. Belum ada konfirmasi atau laporan transfer maupun keberangkatan dari travel ke Kemenag,” ujar Andryan saat ditemui, Rabu, (4/3).

Menurutnya, informasi yang diterima sejauh ini hanya berupa imbauan dari pemerintah pusat. Namun, belum ada arahan khusus dari Kantor Wilayah Kemenag Kalimantan Timur kepada pemerintah kabupaten/kota terkait penanganan jemaah umrah.

“Imbauan dari pusat ada, tapi kalau arahan khusus dari kanwil ke daerah terkait umrah, sejauh ini belum ada,” jelasnya.

Apabila membutuhkan informasi lebih rinci terkait perkembangan terbaru, pihaknya menyarankan agar mengonfirmasi langsung kepada pelaksana tugas (Plt) kepala kantor Kemenag PPU untuk memastikan pembaruan data.

Terkait penyelenggara perjalanan umrah di PPU, Andryan menyebutkan, setidaknya terdapat dua biro travel resmi yang mengantongi izin operasional di PPU.
“Setahu saya di sini ada dua travel yang berizin,” katanya.

Kemenag PPU saat ini juga tengah memfokuskan persiapan pemberangkatan jemaah haji reguler. Namun demikian, situasi konflik yang memengaruhi penerbangan ke Arab Saudi turut menjadi perhatian.

“Kita khawatir dampaknya bisa ke reguler juga, karena penerbangan ke Arab Saudi, termasuk ke Makkah, sempat terganggu akibat situasi perang,” ujarnya.

Terkait kemungkinan penundaan keberangkatan umrah, Andryan menyebut terdapat imbauan dari pusat agar perjalanan umrah untuk sementara ditunda, menyesuaikan kondisi keamanan dan situasi penerbangan.

“Kemungkinan memang ada imbauan agar umrah ditunda terlebih dahulu, melihat kondisi yang ada,” pungkasnya. (*)

Editor : Dwi Restu A
#timur tengah #umrah #kemenag #haji #samarinda