KALTIMPOST.ID, PENAJAM – Progres panen padi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menunjukkan tren positif usai Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
Dinas Pertanian (Distan) PPU mencatat, aktivitas panen telah berlangsung di sejumlah wilayah. Meski demikian, rekapitulasi total luasan panen masih dalam proses pengumpulan.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengatakan kegiatan panen saat ini berjalan bertahap setiap hari di lapangan.
“Panen sudah dimulai, setiap hari ada progres. Namun, kami memang belum menerima total laporan keseluruhan luas panennya,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Baca Juga: Tuntut Keadilan bagi Warga yang Ditahan, Ratusan Massa Bakal Geruduk PT STN
Berdasarkan laporan harian luas tanam dan panen (LTT), pada 23 Maret 2026 tercatat luas tanam padi mencapai 1 hektare. Tambahan dari program optimalisasi lahan (oplah) sebesar 1,75 hektare.
Sementara itu, luas panen pada hari yang sama mencapai 5 hektare.
Aktivitas panen tersebar di beberapa desa. Di antaranya Desa Sesulu sekitar 4 hektare dan Desa Babulu Mulya sekitar 1 hektare.
Selain itu, Desa Bukit Raya juga mencatat panen seluas 1 hektare pada 23 Maret, yang kembali bertambah 1 hektare pada 24 Maret 2026.
Memasuki 24 Maret 2026, progres panen meningkat signifikan. Luas panen padi tercatat mencapai 13 hektare.
Meski demikian, luas tanam pada hari tersebut tercatat nol hektare untuk padi reguler dan hanya 1 hektare dari kegiatan oplah.
Baca Juga: Kunjungan Wisata Lebaran di PPU Capai 104.403 Orang hingga H+3, Didominasi Lonjakan di H+2
Gunawan menjelaskan, kondisi ini menunjukkan aktivitas pertanian tetap berjalan aktif, baik dari sisi tanam maupun panen, meskipun dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah.
“Artinya, pada 23 dan 24 Maret tetap ada progres tanam dan panen. Ini menunjukkan siklus pertanian masih terus berjalan di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya terus melakukan pemantauan dan pengumpulan data dari petugas lapangan guna memastikan capaian produksi padi terdata secara akurat.
Distan PPU pun optimistis, dengan progres panen yang terus berjalan pasca-Lebaran, produksi padi tahun ini tetap terjaga dan mampu mendukung kebutuhan pangan daerah. (*)
Editor : Ery Supriyadi