alexametrics Kaltim Post

Sindikat Pelaku Gendam Terungkap, Berdalih Tawarkan Bantuan Sosial

Tujuh Orang “Dilucuti” Dalam Mobil

Selasa, 05 Juli 2022 12:51

sindikat-pelaku-gendam-terungkap-berdalih-tawarkan-bantuan-sosial

SINDIKAT KEJAHATAN: Pelaku gendam yang merupakan warga asal Jember terungkap setelah tujuh kali beraksi di Samarinda. Foto lain, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli (kiri) menunjukkan barang bukti berupa hasil kejahatan pelaku.

Tiba di Samarinda pada Selasa, 28 Juni lalu, M Saiful, Syahroni, dan Suyitno tinggal sementara di salah satu hotel di kawasan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota. Tiga oknum warga Jember, Jawa Timur, lantas menyewa mobil untuk melancarkan aksi kejahatan. Sindikat pelaku gendam itu sempat menipu tujuh korban sebelum dibekuk pada 1 Juli lalu.

 

MENYASAR ibu-ibu yang sudah berumur, Saiful (44), Syahroni (37), dan Suyitno (48), berhasil melakukan aksinya. Ketiganya menjalankan aksi di dalam mobil yang sebelumnya disewa.

Tak tanggung-tanggung, sejak tiba di Kota Tepian, para pelaku berhasil menjalankan tipu muslihatnya terhadap tujuh orang. “Modusnya memengaruhi atau mengalihkan korban. Ya serupa gendam,” ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli, kemarin (4/7). Perwira berpangkat melati tiga tersebut menjelaskan, ketiganya memiliki peran masing-masing. “Ada yang berperan sebagai driver, ada yang bertugas mengajak korban bicara, dan ada pula yang mengambil barang-barang korban yang terpasang di tubuh para korbannya,” sambung dia.

Saiful dan rekan-rekannya diketahui tiba di Samarinda pada 28 Juni lalu. Ketiganya menginap di salah satu hotel kelas melati. “Jadi mereka menyasar orang-orang (perempuan) yang sudah berumur. Ditawari kalau korban mendapat bantuan sosial (bansos) yang jumlahnya lumayan. Biar mudah melancarkan aksinya, korban dibawa masuk ke mobil. Di dalam mobil pelaku melucuti harta benda korban yang digunakan,” tegas Ary.

Dari sejak awal tiba, tujuh korban berhasil diperdaya. “Tapi keuntungan yang didapat dari hasil kejahatan mereka itu berbeda-beda jumlahnya,” tegas Ary. Dalam mobil, tiga pelaku beraksi tanpa melakukan kekerasan. “Jadi, korban itu setelah berhasil dibawa masuk mobil, pelaku langsung keliling Samarinda. Setelah harta bendanya (korban) berpindah tangan, baru korban diturunkan di mana saja,” sambung pria yang sebelumnya bertugas di lingkungan Polda Jatim tersebut.

Perwira menengah Polri itu menegaskan, tempat-tempat beraksi Saiful dan rekan-rekan tak melulu di satu tempat. “Jadi ada orang di pinggir jalan, terus dibujuk rayu untuk masuk mobil, dan kami juga koordinasi ke Polres Jember, barangkali ada TKP di sana,” tegas perwira yang juga malang melintang bertugas di area Kaltim tersebut.

Ketiganya dibekuk berdasarkan adanya laporan korban. “Kami tangkap 1 Juli lalu. Jadi korban itu baru sadar setelah diturunkan dari mobil. Sadar kalau harta benda sudah raib dibawa mereka (pelaku),” jelasnya.

Sementara itu, Saiful mengungkapkan, aksi yang mereka lakukan atas dasar kesepakatan bersama. “Enggak ada yang nyuruh atau otak pelaku, semua atas keinginan bersama,” akunya. Mereka beraksi dengan menggunakan kata-kata. “Jadi saya tanya ke korban, bapak atau ibu sudah dapat bantuan kah, kalau belum ayo, ikut. Di dalam mobil saya ngobrol, yang lain ambil barang berharga,” jelasnya.

Polisi hingga kini masih mendalami keterangan-keterangan yang diungkapkan pelaku. “Penyidikan lanjutan masih ada, tentunya koordinasi dengan Polres Jember,” tutup Ary. (dra/k8)