Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diskumi Tunjuk 11 Koperasi Jadi Pilot Project KMP di Samarinda

D
Penulis: Denny Saputra❯

Jusmaramdhana
Jusmaramdhana
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA– Pemerintah Kota Samarinda terus menyiapkan langkah konkret memperkuat ekonomi tingkat kelurahan melalui program Koperasi Merah Putih (KMP). Hingga kini, sebanyak 59 KKMP telah resmi berbadan hukum dan tersebar di seluruh kelurahan.


Advertisement

Dari jumlah itu, 11 koperasi telah ditetapkan sebagai pilot project dan mulai menjalankan operasionalnya, sementara empat lainnya masih dalam tahap evaluasi lanjutan untuk penetapan berikutnya.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskumi) Samarinda Jusmaradhana Alus mengatakan pengembangan KMP diarahkan agar koperasi tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam. Melainkan mampu membangun ekosistem usaha yang produktif dan sesuai dengan potensi wilayah.

“KMP ini bukan sekadar membentuk koperasi, tapi membangun ekosistem ekonomi di tingkat kelurahan. Harus punya gerai, unit usaha, dan jaringan kemitraan. Jadi, tidak lagi koperasi kecil yang hanya simpan pinjam,” terangnya, Senin (10/11).

Advertisement

Ia menjelaskan, konsep KMP berbeda dengan koperasi konvensional karena keanggotaannya berbasis kelurahan. Pola ini membuat aktivitas ekonomi lebih terarah dan sesuai kebutuhan warga setempat. Setiap unit diharapkan mampu mengembangkan usaha di sektor strategis seperti sembako, distribusi LPG, layanan farmasi, hingga penyimpanan pangan dingin (cold storage).

Untuk memperkuat jaringan usaha, KMP akan difasilitasi bermitra dengan sejumlah lembaga dan perusahaan besar seperti Pertamina dan Bulog. “Pendampingan dilakukan langsung oleh tenaga dari kementerian. Satu pendamping mengawal sekitar delapan sampai sepuluh koperasi hingga siap beroperasi penuh,” jelasnya.

Jusmaradhana menegaskan, program KMP tidak menggunakan pola hibah. Skema pembiayaan mengikuti ketentuan Kementerian Keuangan dengan sistem dana bergulir dan bunga pembiayaan yang terukur. “Ini bukan bantuan gratis. Ada mekanisme yang harus dipenuhi. Kami pastikan koperasinya sehat dan siap sebelum menerima pembiayaan,” tegasnya.

Advertisement

Dari seluruh KMP yang terbentuk, KMP Lempake menjadi model awal penerapan di lapangan. Koperasi ini sudah mulai menjalankan usaha dengan membuka gerai sembako dan distribusi LPG. Ke depan, mereka juga menyiapkan rencana pengembangan peternakan domba yang masih menunggu ketersediaan lahan milik Pemkot.

“Lempake ini laboratorium awal. Mereka sudah jalan di sektor sembako dan LPG, sementara rencana peternakan menunggu lahan pinjam pakai dari pemkot,” pungkasnya.

Sebagai informasi, 11 KKMP Pilot Project yakni di kelurahan Rapak Dalam, Sungai Kapih, Sidodamai, Sidodadi, Mangkupalas, Karang Asam Ulu, Bugis, Rawa Makmur, Loa Bakung, Gunung Lingai dan Handil Bakti. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

LAPORAN KHUSUS: Koperasi Merah Putih di Kaltim Sudah Mencapai 1.037 Unit, tapi Baru 69 Koperasi yang Sudah Beroperasi

LAPORAN KHUSUS: Koperasi Merah Putih di Kaltim Sudah Mencapai 1.037 Unit, tapi Baru 69 Koperasi yang Sudah Beroperasi

Kaltim telah membentuk 1.037 Koperasi Merah Putih. Namun, hingga Juli 2026 baru 69 koperasi yang mulai beroperasi.

Baru 21 dari 59 Gerai KDKMP Terbangun, Kendala Lahan Jadi Hambatan

Baru 21 dari 59 Gerai KDKMP Terbangun, Kendala Lahan Jadi Hambatan

Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Samarinda masih berjalan bertahap. 59 koperasi yang dibentuk baru 21 gerai beroperasi

Percepatan KMP Terkendala Lahan, Enam Titik di Samarinda Masih Tunggu Solusi Pemprov

Percepatan KMP Terkendala Lahan, Enam Titik di Samarinda Masih Tunggu Solusi Pemprov

Pemkot Samarinda terus mempercepat pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai bagian dari program nasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer