
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA- Rencana pemasangan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Samarinda memasuki tahap awal. Selasa (18/11), Pemkot menggelar sosialisasi internal bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, di ruang Aratula, Gedung Bapperida Samarinda.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, hadir memberikan arahan sekaligus menekankan pentingnya kesiapan teknis sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Saef (sapaan akrabnya) menjelaskan bahwa sosialisasi tahap pertama ini memang ditujukan untuk internal pemerintah kota. Tujuannya menyamakan persepsi antar-OPD sebelum program diperluas ke masyarakat. “Sosialisasi pemasangan jargas ini untuk internal dulu. Nanti tahap dua baru ke tokoh masyarakat dan warga yang wilayahnya dilewati. Mereka harus dapat informasi secara detail,” ujarnya, Selasa (18/11).
Menurut Saef, salah satu fokus pembahasan adalah potensi permasalahan di lapangan, terutama terkait jalur pipa dan koordinasi dengan kontraktor. Pengalaman sebelumnya, ada pipa air bersih yang terputus karena kurang komunikasi. “Itu dulu yang jadi teguran warga. Kontraktor harus paham kode etik. Apa pun yang ada di dalam saluran harus dikomunikasikan dengan baik. Kalau lewat drainase, jangan sampai merusak saluran yang ada,” tegasnya.
Ia berharap pembangunan berjalan rapi agar manfaat jargas bisa segera dirasakan warga. Dari kuota yang diberikan pemerintah pusat, sekitar 7.618 sambungan rumah (SR) ditargetkan tersambung. “Harapannya lancar dan masyarakat bisa segera menikmati jargas. Kalau sekarang masih pakai LPG 3 kg, semoga yang terlewati jargas bisa beralih karena itu sangat meringankan,” terangnya.
Soal layanan pengaduan, ia menyebut mekanisme masih menunggu kebijakan pemerintah pusat sebagai pengelola program. Namun Pemkot mendorong agar fasilitas layanan dibangun di daerah. “Harapan kami ada layanan servis atau kantor pengaduan. Kalau disediakan, penanganan pasti lebih cepat,” tuturnya.
Dalam pertemuan tersebut, Saef juga menyinggung perlunya pengawas dari Pemkot untuk memastikan progres fisik di lapangan sesuai dengan laporan administrasi. Ia membuka opsi pembentukan tim khusus jika dibutuhkan. “Yang tahu situasi kan Pemkot, bisa dari PUPR atau OPD lain. Harus ada pengawas supaya progres di lapangan dan administrasinya sama. Kalau perlu tim, silakan dibentuk,” pungkasnya.
Sebagai informasi, program jargas ini merupakan bagian dari alokasi Kementerian ESDM untuk Samarinda tahun 2025–2026 sebanyak 7.619 SR. Pemasangan akan dibagi di dua kawasan yakni 1.126 SR di Kelurahan Sidomulyo, Samarinda Ilir, dan 6.496 SR di Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang. Pekerjaan instalasi akan dikerjakan kontraktor yang ditunjuk pemerintah pusat, dengan skema pembiayaan penuh dari APBN. (*)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




