Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DP3A Kaltim Gelar Bimtek SIMFONI PPA V3, Perkuat Akurasi Data Perlindungan Perempuan dan Anak

Raden Roro Mira Budi Asih
PEMAHAMAN: Bimtek SIMFONI PPA dari DP3A Kaltim bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan aparatur daerah mengoperasikan sistem terbaru pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
PEMAHAMAN: Bimtek SIMFONI PPA dari DP3A Kaltim bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan aparatur daerah mengoperasikan sistem terbaru pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kalimantan Timur (Kaltim) sukses menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (SIMFONI PPA) Versi 3 pada 18-19 November 2025 di City Hotel Balikpapan.


Advertisement

Kegiatan yang diikuti oleh 40 peserta dari Dinas P3A serta Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA Kabupaten/Kota se-Kaltim itu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan aparatur daerah dalam mengoperasikan sistem terbaru pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Ketua Panitia, Vepri Haryono, S.Sos, dalam laporannya menyampaikan bahwa SIMFONI PPA V.3 merupakan sistem yang berfokus pada pencatatan, penanganan, pemantauan, dan pelaporan kasus. Tujuan utama bimtek adalah meningkatkan kualitas data sebagai dasar penting dalam penyusunan kebijakan perlindungan perempuan dan anak di Kaltim.

Kepala Bidang PPPKA DP3A Kaltim, Hj. Junainah, S.E, M.Si, dalam sambutannya menekankan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kaltim masih menjadi tantangan serius, sehingga SIMFONI PPA V3 hadir sebagai penyempurnaan sistem sebelumnya. “Bimtek diharapkan dapat meningkatkan kapasitas aparatur dalam mengoperasikan sistem secara optimal demi mencapai keseragaman dan akurasi data,” jelasnya.

Advertisement

Sesi inti Bimtek dipandu oleh Riki Ahmad Fauzi, S.T dari Biro Data dan Informasi KemenPPPA. “Alur kerja SIMFONI PPA V.3 berjalan secara bertahap melalui peran (role) yang berbeda, memastikan setiap tahapan penanganan tercatat secara teratur, sistematis, dan akuntabel,” ungkapnya.

Peserta melaksanakan praktik mendalam selama dua hari, dimulai dari pengelolaan akun Admin, pembuatan aduan baru melalui akun Penerima Aduan (PA), verifikasi oleh Koordinator Kasus (KK), penyusunan rencana penanganan oleh Manajer Kasus (MK), hingga pencatatan layanan dan perkembangan kasus oleh Pendamping Kasus (PK).

Seluruh alur praktik menegaskan pentingnya struktur pengguna dan tahapan yang berurutan untuk menjaga integritas dan ketertiban data. Diskusi juga berkembang mengenai perbedaan peran antar akun, mekanisme revisi data, hingga integrasi dan sinkronisasi data antar daerah untuk memastikan konsistensi pencatatan sesuai standar.

Advertisement

Kegiatan ditutup secara resmi oleh Kepala DP3A Kaltim, Hj. Noryani Sorayalita, S.E., MM. Beliau menyampaikan apresiasi tinggi atas antusiasme peserta dan menegaskan bahwa peningkatan kapasitas pengelolaan data melalui SIMFONI PPA V.3 adalah langkah strategis dalam memperkuat sistem perlindungan.

“Saya berharap agar peserta dapat segera menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan koordinasi, kolaborasi, dan konsistensi dalam pencatatan kasus demi layanan yang cepat, tepat, dan responsif,” tutupnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ratusan Pelari Perempuan Ramaikan Sisterhood Run 2026 di Samarinda, Kampanyekan Lari Aman dan Inklusif

Ratusan Pelari Perempuan Ramaikan Sisterhood Run 2026 di Samarinda, Kampanyekan Lari Aman dan Inklusif

Ratusan pelari perempuan mengikuti Sisterhood Run 2026 di Samarinda untuk kampanye lari aman dan sehat.

REMBUK ETAM: DP3A Kaltim Perkuat Edukasi untuk Cegah Anak Jadi Korban Lubang Bekas Tambang

REMBUK ETAM: DP3A Kaltim Perkuat Edukasi untuk Cegah Anak Jadi Korban Lubang Bekas Tambang

DP3A Kaltim memperkuat edukasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mencegah anak menjadi korban lubang tambang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer