Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jamin Kualitas Lulusan Seimbang, Ujian Semester di Sekolah Rakyat Samarinda Berjalan Seperti Sekolah Reguler

D
Penulis: Denny Saputra❯
AKTIVITAS: Pahrijal (duduk) mengawasi beberapa anak didiknya bermain usai menjalani ujian semester, di area asrama siswa, Senin (1/12).
AKTIVITAS: Pahrijal (duduk) mengawasi beberapa anak didiknya bermain usai menjalani ujian semester, di area asrama siswa, Senin (1/12).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda kini memasuki masa ujian semester. Polanya sama seperti sekolah reguler pada umumnya. Meskipun sekolah reguler memulai pembelajaran 14 Juli lalu, sedangkan SRT 57 pada 29 September 2025.


Advertisement

Kepala SRT 57 Pahrijal menegaskan bahwa proses akademik di sekolah rakyat tidak berbeda dari sekolah formal. “Kalau proses belajar mengajar, sebenarnya kita sama saja dengan sekolah yang lain. Semesterannya pun sama,” ujarnya, Senin (1/12).

Durasi pelaksanaan ujian disesuaikan jenjang. Untuk rentang waktu, kata dia, umumnya ditargetkan sekitar dua minggu. Sementara untuk SD dan SMP, masa ujian lebih singkat lantaran jumlah mata pelajarannya lebih sedikit.

“Satu hari dua mata pelajaran. Tinggal dikalikan saja. Yang paling panjang itu biasanya SMA. Mungkin sekitar delapan harian karena kita aktif sampai Jumat,” jelasnya.

Advertisement

Meski kegiatan belajar mengajar hanya berlangsung Senin-Jumat, aktivitas siswa tetap berjalan di akhir pekan. Sabtu dan Minggu diisi dengan kegiatan asrama yang dipandu wali asuh, mulai dari ekstrakurikuler hingga program pengembangan karakter. “Kalau belajar reguler sampai Jumat. Setelah itu kegiatan asrama,” tambahnya.

Usai ujian, sekolah langsung beralih ke proses pengisian rapor. Mekanismenya juga tidak berbeda dengan sekolah pada umumnya. “Prosesnya sama saja. Enggak ada yang beda,” kata Pahrijal.

SRT 57 yang menerapkan model full day school juga memiliki pembagian waktu pulang berbeda antarjenjang. Untuk SD, aktivitas selesai sekitar waktu Zuhur. Siswa langsung kembali ke asrama setelah salat. “SD selesai sekitar Zuhur, jam satuan sudah tidak kembali lagi ke kelas,” jelasnya.

Advertisement

Untuk siswa SMP, pembelajaran selesai sekitar pukul 14.00, sedangkan SMA sekitar pukul 15.00. “Bedanya cuma sekitar satu jam,” kata dia.

Terkait masa libur, SRT 57 menyiapkan skema pemulangan yang fleksibel. Orang tua bisa menjemput langsung, atau pihak sekolah yang akan mengantar siswa. Kebijakan ini menyesuaikan kondisi tiap keluarga.

“Nanti kita pikirkan mana yang paling efektif. Karena siswa kita kan banyak yang dari Samarinda. Beda dengan SRT 58, di sana ada yang harus diantar sampai Berau atau Kubar, biayanya besar,” ujarnya.

Dengan pola yang terstruktur dan ritme belajar yang setara sekolah formal, SRT 57 menegaskan komitmennya menjaga kualitas pendidikan bagi seluruh siswa, tanpa menghilangkan ciri khas asrama yang menjadi wadah pembinaan karakter.

“Karena ini masih baru, makanya semuany menyesuaikan. Alhamdulilah anak-anak di sekolah ini hampir semuanya bisa mengikuti semua pelajaran dan arah guru maupun wali asuh,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kapolres Jadi Inspektur Upacara di SMKN 2 PPU, Tekankan Pelajar Jauhi Tawuran dan Perkuat Karakter

Kapolres Jadi Inspektur Upacara di SMKN 2 PPU, Tekankan Pelajar Jauhi Tawuran dan Perkuat Karakter

Kapolres PPU Andreas Alek Danantara jadi pembina upacara di SMKN 2 PPU lewat program Polisi Peduli Pendidikan, ingatkan siswa jauhi tawuran.

Dampak Kabut Asap Karhutla, 1.236 Siswa SMP 1 Balikpapan Mulai PJJ   

Dampak Kabut Asap Karhutla, 1.236 Siswa SMP 1 Balikpapan Mulai PJJ  

Sebanyak 1.236 siswa SMP 1 Balikpapan mulai menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sejak Rabu (14/10/2026).

Disdikbud Kutim Targetkan Satu Guru Inklusi di Setiap Sekolah

Disdikbud Kutim Targetkan Satu Guru Inklusi di Setiap Sekolah

Penanganan siswa berkebutuhan khusus di sekolah umum menjadi bagian dari penguatan pendidikan inklusi di Kutai Timur (Kutim).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer