Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disdag Tegaskan Truk Sampah Wajib Ditiriskan Sebelum Melintas di Jalan Raya

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯

 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda menanggapi keluhan warga terkait armada truk pengangkut sampah milik Disdag yang kerap menimbulkan ceceran air dan aroma tak sedap saat melintas di kawasan Gunung Mangga. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius dan telah ditindaklanjuti.


Advertisement

Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani, menegaskan pihaknya telah menginstruksikan seluruh petugas untuk memastikan truk ditiriskan sebelum melintas di jalan umum. Kebijakan itu diberlakukan menyusul laporan adanya tetesan air dari bak truk yang menimbulkan aroma tidak sedap di sepanjang jalur yang dilewati.

“Saya sudah instruksikan, sebelum truk jalan, airnya diturunkan dulu. Bak truk itu bisa digetengkan, jadi harus dikondisikan dulu sebelum keluar menagantar sampah ke TPA,” tegasnya, Kamis (11/12).

Ia menjelaskan, sampah dari pasar tidak pernah bermalam di titik penampungan sehingga peluang terbentuknya lindi sebenarnya sangat kecil. Namun, kondisi seperti hujan atau penumpukan sampah ulang bisa membuat bak truk basah dan memunculkan kesan ada cairan yang tercecer. Meski begitu, ia menilai masukan warga sangat penting.

Advertisement

“Koreksi seperti itu bagus. Kami langsung minta petugas meniriskan truk sebelum jalan, sudah saya sampaikan lewat WA grup,” tambahnya.

Terkait wacana penggunaan armada baru, ia menyebut jenis kendaraan harus disesuaikan dengan akses ke TPA. Disdag, kata Nurrahmani, tidak memiliki ABK khusus untuk mengeruk atau memuat sampah. Proses pengangkutan dilakukan oleh supir dibantu loader, sehingga bentuk armada harus kompatibel dengan sistem bongkar muat di TPA.

“Jenis truk harus sesuai dengan kondisi TPA. Kalau tidak cocok, justru menyulitkan saat bongkar. Yang pasti, sampah tidak pernah menginap sehingga tidak memicu lindi,” ujarnya.

Advertisement

Saat ini, Disdag mengoperasikan lima unit truk sampah. Armada tersebut tidak hanya melayani Pasar Segiri, tetapi juga Pasar Merdeka, Pasar Baqa, dan sejumlah pasar lainnya. Pengaturan jadwal dilakukan agar seluruh pasar tetap terlayani, mengingat volume sampah tiap pasar berbeda.

Untuk Pasar Pagi, ia memastikan beban pengangkutan lebih ringan karena sebagian besar sampah merupakan limbah kering seperti kardus dan garmen. Selain itu, pola pemilahan sampah bernilai sudah disosialisasikan dan mulai diterapkan pedagang.

“Banyak pedagang menjual kardus dan barang yang masih bernilai. Jadi volume sampah Pasar Pagi nanti sangat kecil,” jelas Nurrahmani.

Ia menegaskan bahwa perbaikan pelayanan akan terus dilakukan. Disdag menyambut baik kritik warga demi peningkatan kualitas pengangkutan sampah di kota. “Intinya kami tidak menutup mata. Kritik itu membuat kami lebih sigap. Yang pasti, truk harus bersih dan aman saat melintas,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

   Pasar Buah Jalan Merdeka Kembali Diusulkan Rampung 2027

Pasar Buah Jalan Merdeka Kembali Diusulkan Rampung 2027

Pembangunan Pasar Buah di Jalan Merdeka, hingga kini belum rampung. Masih ada sejumlah pekerjaan, mulai lantai, meja lapak hingga listrik

Pemadaman Listrik Bergilir di Samarinda, Disdag Pastikan Operasional Pasar Pagi Tetap Berjalan

Pemadaman Listrik Bergilir di Samarinda, Disdag Pastikan Operasional Pasar Pagi Tetap Berjalan

Disdag pastikan pemadaman listrik bergilir di Samarinda tak ganggu Pasar Pagi. Genset otomatis siap suplai listrik lantai 1 hingga 7.

Stok Pangan Samarinda Aman dari El Nino, Disdag: Pasar Murah di 20 Titik

Stok Pangan Samarinda Aman dari El Nino, Disdag: Pasar Murah di 20 Titik

Disdag pastikan stok pangan Samarinda aman hadapi kemarau El Nino.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer