Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Parkir di Kedai Sabindo Sampai ke Terotoar, Dishub Inspeksi Mendadak

Eko Pralistio
Penulis: Eko Pralistio❯

 

Warung makan yang terletak di Jalan Letjen Suprapto, Kecamatan Samarinda Ulu, disambangi Dinas Perhubungan Samarinda, Kamis (11/12) malam.       
Warung makan yang terletak di Jalan Letjen Suprapto, Kecamatan Samarinda Ulu, disambangi Dinas Perhubungan Samarinda, Kamis (11/12) malam.    

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Warung makan di Jalan Letjen Suprapto, Kecamatan Samarinda Ulu, disambangi Dinas Perhubungan Samarinda, Kamis (11/12) malam.


Advertisement

Kedatanganya bukan tanpa alasan. Sejumlah masyarakat diklaim Dishub mengeluhkan warung makan yang terkenal itu memanfaatkan terotoar aebagai tempat parkir. Akibatnya, kemacetan kerap terjadi.

Hal itu diungkapkan Kasi Pengendalian dan Ketertiban Dishub Samarinda, Duri, yang meninjau lokasi bersama petugas lainnya. Di lokasi, Duri menyebut, penertiban secara tiba-tiba itu didasari laporan masyarakat dan diduga kuat fakta di lapangan tidak sesuai aturan.

"Kita baru mau menata, mau enggak mau kita harus tertibkan," ucapnya. Dalam sidak itu, Duri bertemu dengan manajemen Kedai Sabindo untuk menyampaikan kondisi perpakiran di wilayahnya.

Advertisement

"Tidak dibenarkan parkir di atas terotoar, karena digunakan pejalan kaki. Jadi mulai hari ini, jika masih ada yang memarkir, akan kami tindak," imbaunya berucap dengan manajemen.

Usut punya usut, juru parkir resmi yang mengatur perpakiran di wilayah itu. Cakupannya meliputi retail Indomaret hingga Kedai Sabindo.

Duri membenarkan, bahwa jukir tersebut merupakan binaan Dishub. Namun kini rompinya sudah dicabut untuk dilakukan pembinaan ulang. "Karena kan menyalahi aturan, mulai saat ini (malam tadi) rompinya dicabut. Jadi dari Indomaret sampai Sabindo tidak ada lagi binaan Dishub, untuk parkir," jelasnya.

Advertisement

Pada bagian lain, perwakilan Kedai Sabindo, Aan, menanggapi sidak petugas. Pihaknya mengaku bahwa selama ini hanya mengikuti arahan dinas terkait mengenai aturan parkir.

Untuk jukir yang mengatur kendaraan di warungnya, Aan membenarkan bahwa memang benar ada. Namun dirinya menekankan kalau jukir tersebut bukan bagian dari Kedai Sabindo.

Pada bagian lain, Aan menggarisbawahi sistem parkir di area warungnya sudah lama berlangsung. Namun untuk koordinasinya belum diketahui ke siapa dan instansi mana.

"Mungkin, ya, ini mungkin mereka kordinasi sama RT atau Dishub, saya juga tidak tahu dan enggak pernah urus parkir. Tapi saya hanya tahu kalau mereka punya izin. Kami juga mengikuti aturan yang berlaku, mengenai larangan parkir di atas terotoar," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Aksi Pencurian Berujung Maut di Salatiga, Pelaku Tewas Diamuk Warga

Aksi Pencurian Berujung Maut di Salatiga, Pelaku Tewas Diamuk Warga

Diduga hendak mencuri, pria di Salatiga tewas diamuk massa usai kepergok dan terlibat duel sengit sejam dengan pemilik rumah.

Fraksi Gerindra Tagih Strategi Nyata Berantas Kebocoran Pajak dan Parkir di Balikpapan

Fraksi Gerindra Tagih Strategi Nyata Berantas Kebocoran Pajak dan Parkir di Balikpapan

Fraksi Gerindra DPRD Balikpapan secara tegas meminta wali kota  membeberkan strategi konkret terkait pengelolaan parkir kota.

Parkir Berbayar di Tepi Jalan di Kutim Segera Diberlakukan, Dishub Bidik Ruas Jalan Kewenangan Kabupaten   

Parkir Berbayar di Tepi Jalan di Kutim Segera Diberlakukan, Dishub Bidik Ruas Jalan Kewenangan Kabupaten  

Pemerintah bersiap menerapkan penarikan retribusi parkir di sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer