Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penambahan Anggaran Terowongan Samarinda Disorot, DPRD Segera "Dudukkan" Semua Pihak

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
DISOROT: Megaproyek Terowongan Samarinda kembali disorot setelah ada tambahan anggaran yang besar. 
DISOROT: Megaproyek Terowongan Samarinda kembali disorot setelah ada tambahan anggaran yang besar. 

 


Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Proyek pembangunan Terowongan Samarinda kini menjadi sorotan. Setelah sebelumnya dianggarkan sekitar Rp 395 miliar, anggaran megaproyek itu disebut mengalami penambahan hingga Rp 133 miliar.

DPRD Samarinda melalui Komisi III memastikan akan memanggil instansi terkait untuk hearing dan klarifikasi dan memastikan transparansi penggunaan dana tersebut.

“Kami tidak ingin berspekulasi. Itu harus dibahas secara komprehensif bersama dinas terkait, supaya jelas sumber dan peruntukannya,” tegasnya.

Advertisement

Lebih lanjut Deni mengungkapkan, penambahan anggaran kemungkinan besar berkaitan dengan pekerjaan tambahan di sisi in-out terowongan. Sebelumnya, PUPR mengalokasikan sekitar Rp 39 miliar untuk penanganan abrasi dan longsoran di area sisi keluar (out) terowongan. Namun, dengan tambahan pekerjaan yang mencakup perpanjangan sekitar 72 meter inlet dan outlet, total kebutuhan meningkat hingga mencapai Rp 133 miliar.

“Tambahan itu untuk pekerjaan di sisi in-out terowongan. Termasuk juga pembebasan empat rumah di atas area yang terdampak longsor. Jadi memang ada pekerjaan tambahan yang cukup signifikan,” ujarnya.

Advertisement

Menurut Deni, proyek itu juga melibatkan PT Pembangunan Perumahan (PP) sebagai kontraktor nasional, sementara konsultan perencana disebut berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Komisi III, kata dia, sebelumnya sudah meminta agar dilakukan uji geoteknik menyeluruh terhadap wilayah yang berpotensi longsor guna memastikan keamanan struktur terowongan.

“Kami sudah pesankan agar konsultan memastikan uji geoteknik dilakukan secara komprehensif. Jangan sampai ada longsor susulan seperti yang terjadi sebelumnya,” tegasnya.

Selain fokus pada penggunaan anggaran, DPRD juga menyoroti uji kelayakan (komisioning) yang akan dilakukan PUPR pada 2026 ke Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Uji itu penting untuk memastikan kelayakan operasional terowongan dan mempercepat penggunaan terowongan.

“Yang terpenting adalah keselamatan masyarakat. Itu prioritas utama kami. Jadi kami ingin duduk bersama antara DPRD, dinas, kontraktor, dan konsultan untuk memastikan semuanya aman dan sesuai prosedur,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Terowongan Samarinda Tunggu Uji Beban UGM, Pemkot Tegaskan SLF Syarat Mutlak Dibuka untuk Umum

Terowongan Samarinda Tunggu Uji Beban UGM, Pemkot Tegaskan SLF Syarat Mutlak Dibuka untuk Umum

Terowongan Samarinda Rp432 M tunggu uji beban & SLF dari BKJTK-UGM sebelum dibuka. Plt Kadis PUPR Hendra Kusuma beber alasannya

DPRD Samarinda Panggil PUPR, Kejar Kepastian Sertifikat Laik Fungsi Terowongan

DPRD Samarinda Panggil PUPR, Kejar Kepastian Sertifikat Laik Fungsi Terowongan

DPRD Samarinda akan panggil PUPR untuk minta kejelasan operasional Terowongan Samarinda yang belum dibuka karena kendala SLF.

Terowongan Urung Difungsikan, DPRD Samarinda Bakal Panggil DPUPR

Terowongan Urung Difungsikan, DPRD Samarinda Bakal Panggil DPUPR

Terowongan Samarinda yang dibangun Pemkot Samarinda sejak 2023 hingga kini belum juga difungsikan. DPRD akan panggil Dinas PUPR

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer