Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dugaan Tambahan Anggaran Terowongan Samarinda Gegerkan Publik, Ternyata Andi Harun Bilang Begini

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
Wali Kota Samarinda-Andi Harun
Wali Kota Samarinda-Andi Harun

 


Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan, tidak ada penambahan anggaran pembangunan Terowongan Samarinda sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.

Kabar yang menyebut adanya tambahan anggaran sebesar Rp 133 miliar dari total Rp 395 miliar dibantahnya.

Andi Harun mengatakan, dirinya telah mendapat laporan dari stafnya terkait ramai informasi dan perbincangan di media sosial mengenai isu tersebut. Namun, dia memastikan anggaran pembangunan terowongan yang menggunakan skema Multiyears Contract (MYC) tidak mengalami perubahan.

Advertisement

“Tidak ada penambahan anggaran untuk pembangunan Terowongan Samarinda. Multiyears contract itu tidak boleh ditambah-tambah,” tegas Andi Harun.

Memang terdapat pengajuan rekomendasi dari konsultan terkait upaya mitigasi jangka panjang di kawasan sekitar terowongan. Rekomendasi tersebut muncul setelah proyek terowongan selesai, dengan tujuan mengurangi potensi longsor di wilayah lereng sekitar terowongan.

“Konsultan menyarankan, setelah terowongan itu selesai, perlu dilakukan mitigasi jangka panjang agar tidak terjadi longsor. Salah satunya dengan pelandaian elevasi lereng. Tapi itu tidak menjadi bagian dari kegiatan multiyears kontrak terowongan,” jelasnya.

Advertisement

Menurut AH, apabila nantinya ada program atau kegiatan lanjutan di sekitar kawasan terowongan, kegiatan tersebut bersifat pasca-proyek, dan terpisah sepenuhnya dari anggaran pembangunan terowongan yang telah disepakati sebelumnya.

“Kalau ada anggaran, itu di luar proyek awal. Tidak ada hubungannya dengan terowongan, karena menambah anggaran MYC itu melanggar hukum,” ujarnya.

Dia menegaskan, kesepakatan anggaran pembangunan terowongan telah melalui pembahasan bersama DPRD Samarinda dan masa kontrak multiyears tersebut berakhir pada tahun ini. Dengan begitu, tidak dimungkinkan adanya penambahan anggaran baru.

“Kesepakatan anggaran multiyears itu berdasarkan persetujuan DPRD dan berakhir tahun ini. Jadi tidak benar sama sekali ada tambahan anggaran untuk Terowongan Samarinda,” tegasnya.

Andi Harun menyoroti pentingnya prinsip cross check dan cover both sides dalam penyajian informasi kepada publik. Dia menyayangkan masih beredarnya informasi yang tidak terkonfirmasi sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemkot Samarinda, saya pastikan tidak ada sama sekali tambahan anggaran pada kegiatan multiyears. Dan memang tidak boleh, karena per 31 Desember seluruh kegiatan multiyears sudah closed,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Terowongan Samarinda Tunggu Uji Beban UGM, Pemkot Tegaskan SLF Syarat Mutlak Dibuka untuk Umum

Terowongan Samarinda Tunggu Uji Beban UGM, Pemkot Tegaskan SLF Syarat Mutlak Dibuka untuk Umum

Terowongan Samarinda Rp432 M tunggu uji beban & SLF dari BKJTK-UGM sebelum dibuka. Plt Kadis PUPR Hendra Kusuma beber alasannya

DPRD Samarinda Panggil PUPR, Kejar Kepastian Sertifikat Laik Fungsi Terowongan

DPRD Samarinda Panggil PUPR, Kejar Kepastian Sertifikat Laik Fungsi Terowongan

DPRD Samarinda akan panggil PUPR untuk minta kejelasan operasional Terowongan Samarinda yang belum dibuka karena kendala SLF.

Terowongan Urung Difungsikan, DPRD Samarinda Bakal Panggil DPUPR

Terowongan Urung Difungsikan, DPRD Samarinda Bakal Panggil DPUPR

Terowongan Samarinda yang dibangun Pemkot Samarinda sejak 2023 hingga kini belum juga difungsikan. DPRD akan panggil Dinas PUPR

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer