Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wacana Pilkada Melalui DPRD, PKS Masih Mengkaji dan Cenderung Pertahankan Pemilihan Langsung

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
WACANA: PKS masih mengkaji wacana pilkada melalui DPRD. (Ilustrasi)
WACANA: PKS masih mengkaji wacana pilkada melalui DPRD. (Ilustrasi)

 


Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Wacana perubahan sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi melalui DPRD, menuai beragam tanggapan. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan masih melakukan kajian mendalam terhadap opsi tersebut, dengan tetap mempertimbangkan aspirasi masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda dari Fraksi PKS Abdul Rohim mengatakan, hingga kini PKS belum mengambil sikap final terkait wacana pemilihan kepala daerah oleh DPRD. Menurutnya, aspirasi publik yang berkembang justru masih banyak yang menginginkan pilkada tetap dilaksanakan secara langsung.

“Memang saat ini sedang mengemuka wacana pilkada dipilih melalui DPRD. PKS termasuk partai yang masih dalam posisi mengkaji. Namun, aspirasi yang kami tangkap dari masyarakat, sebagian besar masih kurang setuju dengan opsi tersebut,” ujar Abdul Rohim, Senin (12/1).

Advertisement

Sebagai partai politik yang menjadi representasi suara rakyat, PKS memotret berbagai pandangan masyarakat sekaligus mengkaji persoalan-persoalan yang selama ini muncul dalam pelaksanaan pilkada langsung.

Menurutnya, secara substansi, pilkada langsung tetap memenuhi nilai-nilai demokrasi karena memberikan ruang bagi masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam menentukan pemimpinnya. Namun, dia mengakui bahwa sistem tersebut membutuhkan biaya politik yang cukup besar. “Demokrasi itu memang mahal. Harus siap dengan konsekuensinya. Tapi secara prinsip, pemilihan langsung memberi peran nyata kepada masyarakat,” kata Rohim.

Di sisi lain, opsi pemilihan kepala daerah melalui DPRD juga memiliki catatan tersendiri, terutama terkait hubungan antara eksekutif dan legislatif. Jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, fungsi kontrol legislatif terhadap eksekutif dinilai akan menjadi lebih kuat.

Advertisement

Saat ini, PKS cenderung tetap mempertahankan sistem pemilihan kepala daerah secara langsung demi menjaga nilai-nilai demokrasi dan memenuhi aspirasi masyarakat. Fokus utama yang perlu dilakukan ke depan adalah mencari solusi untuk menekan dampak negatif pilkada langsung, terutama terkait tingginya biaya politik.

“Jadi kami tetap mempertahankan pemilihan secara langsung oleh masyarakat. Kekurangan-kekurangannya, seperti ongkos politik yang tinggi dan lainnya, itu yang harus dicari upaya agar bisa ditekan,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Editor : Dwi Restu A
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Fenomena Calon Tunggal Bikin Resah, Pemohon Minta MK Hapus Ambang Batas Pilkada

Fenomena Calon Tunggal Bikin Resah, Pemohon Minta MK Hapus Ambang Batas Pilkada

Syarat ambang batas pencalonan pilkada kembali digugat ke MK karena dinilai picu calon tunggal. Hakim Minta perjelas kerugian

MK Tegaskan Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung oleh Rakyat, Tolak Gugatan UU Pilkada

MK Tegaskan Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung oleh Rakyat, Tolak Gugatan UU Pilkada

Mahkamah Konstitusi menegaskan kepala daerah tetap dipilih langsung oleh rakyat setelah menolak gugatan terkait mekanisme Pilkada.

Jejak Pelarian Pembobol ATM Samarinda hingga ke Jawa Barat

Jejak Pelarian Pembobol ATM Samarinda hingga ke Jawa Barat

Polisi tangkap dua pelaku pembobolan dua ATM di Jalan Cendana, Samarinda. Kerugian Rp450 juta, pelaku diringkus di Kaltim dan Jawa Barat.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer