Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengawasan Jembatan Diperketat setelah Adanya Dugaan Pencurian Kabel  

D
Penulis: Denny Saputra❯

 


Advertisement

Ayatullah Khumaini
Ayatullah Khumaini
 

 

SAMARINDA - Pemkot Samarinda meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah jembatan milik daerah menyusul viralnya video dugaan pencurian kabel di Jembatan Achmad Amins beberapa waktu lalu. Langkah ini diambil untuk melindungi aset vital kota yang terdampak langsung dari aksi pencurian tersebut.

Advertisement

Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) pun menggelar rapat khusus guna mengklarifikasi sistem pengamanan jembatan. Rapat tersebut membahas kondisi keamanan sejumlah jembatan yang menjadi aset Pemkot Samarinda. Evaluasi dilakukan untuk memastikan mitigasi ke depan berjalan lebih ketat dan terkoordinasi lintas OPD.

“Kami diminta menjelaskan kondisi pengamanan jembatan, termasuk potensi kerawanan pencurian aset,” ujar Kabid Angkutan Dishub Samarinda, Ayatullah Khumaini, ditemui usai rapat di kantor TWAP Samarinda Jalan Dahlia Kecamatan Samarinda Kota, Jumat (30/1).

Ayatullah menjelaskan, hingga saat ini perbaikan terhadap kabel yang dicuri belum bisa dilakukan karena masih menunggu pembahasan anggaran. Menurutnya, perhitungan kebutuhan biaya harus dibahas secara matang agar penanganan bisa dilakukan menyeluruh, tidak parsial.

Advertisement

“Perbaikannya belum, karena masih menunggu pembahasan anggaran yang akan dialokasikan,” jelasnya.

Untuk mitigasi awal, Dishub Samarinda telah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian. Selain itu, opsi penempatan petugas jaga di titik-titik rawan juga mulai dibahas sebagai langkah pencegahan berulang. “Langkah pertama kami sudah melaporkan ke kepolisian. Ke depan, memang perlu ada petugas yang berjaga sepanjang jembatan agar aset-aset bisa terpantau,” singkatnya.

Ia menyebutkan, kepolisian sudah melakukan pengecekan lokasi kejadian, namun hingga kini pelaku belum berhasil ditemukan. Pihaknya berharap pengungkapan kasus ini bisa segera dilakukan karena dampaknya tidak hanya dirasakan di satu titik.

“Harapan kami pelakunya bisa segera ditemukan, karena dampaknya juga bisa terjadi di lokasi lain,” ucapnya.

Dari sisi kerugian, Dishub mencatat kerusakan cukup signifikan. Untuk kabel lampu sorot, nilai perbaikan fisik diperkirakan mencapai Rp 300 juta, belum termasuk biaya pemeliharaan dan pekerjaan teknis.

Sementara untuk kabel LPJU, panjang kabel yang hilang mencapai sekitar 2,8 kilometer di sisi kanan dan kiri jembatan sepanjang 1.400 meter, dengan nilai kerugian yang dinilai cukup besar. “Ada dua jenis kabel yang terdampak, lampu sorot dan LPJU, dan nominal kerugiannya memang tidak kecil,” tegasnya.

Ke depan, Dishub juga mengusulkan penambahan CCTV yang mengarah ke sisi luar jembatan, bukan hanya untuk pemantauan lalu lintas. Usulan ini akan dikoordinasikan bersama Diskominfo karena di area tersebut juga terdapat aset kabel dari OPD lain.

“Kami bermohon CCTV dipasang mengarah ke sisi luar jembatan karena di sana ada banyak aset, dan itu area terlarang yang seharusnya tidak boleh dimasuki orang,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

TWAP Sebut Longsoran yang Kembali Ramai Itu Kejadian Lama   

TWAP Sebut Longsoran yang Kembali Ramai Itu Kejadian Lama  

Pemkot Samarinda kini hanya menunggu proses pengujian kelayakan dari tim teknis Kementerian PUPR sebelum terowongan dilintasi masyarakat.

Empat CCTV Tambahan Dipasang di Jembatan Achmad Amins, Diskominfo Antisipasi Pencurian

Empat CCTV Tambahan Dipasang di Jembatan Achmad Amins, Diskominfo Antisipasi Pencurian

Demi mengamankan infrastruktur pendukung Jembatan Achmad Amins, Diskominfo memasang Closed Circuit Television (CCTV) untuk memantau realtime

Dinas PUPR Perbaiki Pagar Jembatan Achmad Amins, Penjagaan Rutin Diperlukan

Dinas PUPR Perbaiki Pagar Jembatan Achmad Amins, Penjagaan Rutin Diperlukan

Perbaikan fasilitas pengamanan di Jembatan Achmad Amins, Samarinda, terus dilakukan menyusul kerusakan akibat pencurian awal tahun ini

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer