Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Belajar Tetap Jalan di Tengah Bencana, BPBD Samarinda Andalkan Mosipena  

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯

 


Advertisement

Mosipena BPBD Samarinda menjadi sarana edukasi kebencanaan bagi siswa dan masyarakat di lokasi bencana.
Mosipena BPBD Samarinda menjadi sarana edukasi kebencanaan bagi siswa dan masyarakat di lokasi bencana.
 

 

SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda terus memperkuat edukasi kebencanaan kepada masyarakat melalui Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana (Mosipena). Armada khusus ini dirancang untuk menjangkau lokasi-lokasi terdampak bencana, termasuk daerah yang tidak memiliki akses listrik.

Advertisement

Analis Kebencanaan BPBD Kota Samarinda, Hamzah Umar mengatakan Mosipena memiliki fungsi utama sebagai sarana edukasi kebencanaan bagi masyarakat dan dunia pendidikan, terutama anak-anak.

“Mosipena ini memang kami siapkan untuk edukasi kebencanaan. Targetnya masyarakat secara umum, tapi fokus utamanya tetap pada anak-anak dan satuan pendidikan,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Mosipena dirancang sebagai mobil mandiri yang dilengkapi dengan genset, videotron, dan sistem suara. Dengan fasilitas tersebut, proses pembelajaran dan sosialisasi tetap dapat dilakukan meski berada di lokasi bencana.

Advertisement

“Walaupun di daerah itu tidak ada listrik, kegiatan belajar tetap bisa berjalan. Anak-anak bisa menonton video simulasi kebencanaan, mendengarkan edukasi, dan belajar bagaimana cara menyelamatkan diri,” jelasnya.

Menurut Hamzah, keberadaan Mosipena juga menjadi bagian dari pelaksanaan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), yang merupakan program wajib pemerintah untuk memastikan pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi darurat.

“SPAB ini kan program nasional. Tujuannya jelas, jangan sampai karena bencana, hak anak untuk mendapatkan pendidikan terputus. Dengan Mosipena, edukasi tetap bisa dilakukan meski dalam kondisi bencana,” kata Hamzah.

Mosipena tidak hanya digunakan saat kegiatan sosialisasi rutin, tetapi juga diturunkan langsung ke lokasi kejadian bencana. Salah satunya saat banjir melanda kawasan SMP Negeri 24 Samarinda beberapa waktu lalu. “Kemarin di SMP 24 yang terdampak banjir, kami juga gunakan Mosipena untuk simulasi dan sosialisasi kebencanaan,” ungkapnya.

Hamzah menambahkan, meski sasaran utama adalah sekolah-sekolah rawan bencana, Mosipena tetap terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Edukasi kebencanaan dinilai penting agar masyarakat memiliki kesiapsiagaan dan pemahaman yang sama saat menghadapi situasi darurat.

“Intinya, Mosipena ini hadir untuk memastikan edukasi kebencanaan tetap berjalan dan masyarakat, khususnya anak-anak, tahu apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Usung Desain Clamshell dan Fitur SOS, HMD Resmi Rilis Nokia 2360 Flip untuk Lansia dan Pelajar

Usung Desain Clamshell dan Fitur SOS, HMD Resmi Rilis Nokia 2360 Flip untuk Lansia dan Pelajar

HMD rilis Nokia 2360 Flip! HP lipat klasik untuk lansia dan pelajar, dilengkapi tombol SOS darurat dan fitur proteksi kontrol jarak jauh.

Bentengi Pelajar dari Pinjol, Pemkab Kutim dan OJK Gelar Edukasi Keuangan   

Bentengi Pelajar dari Pinjol, Pemkab Kutim dan OJK Gelar Edukasi Keuangan  

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemkab Kutim mengambil langkah untuk melindungi generasi muda dari jeratan investasi bodong.

Lewat Program Quick Win Gatur Pagi, Kapolres PPU Bantu Pelajar Menyeberang Jalan

Lewat Program Quick Win Gatur Pagi, Kapolres PPU Bantu Pelajar Menyeberang Jalan

Polisi bantu menyeberangkan siswa sekolah di jalan raya untuk menjaga keamanan serta kelancaran lalu lintas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer