Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BGN Perketat Pengawasan 46 SPPG di Samarinda, Sidak Dilakukan Malam Hari

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯

Koordinator Wilayah BGN Samarinda-Hariyono
Koordinator Wilayah BGN Samarinda-Hariyono


Advertisement

 

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Pengawasan ketat menjadi kunci. Di tengah beroperasinya 46 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Samarinda, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan seluruh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Advertisement

Inspeksi mendadak (sidak) bahkan dilakukan hingga malam hari saat proses produksi berlangsung.

Koordinator Wilayah BGN Samarinda Hariyono menegaskan, pengawasan dilakukan berjenjang. BGN membentuk koordinator di setiap kecamatan untuk membantu pemantauan langsung ke masing-masing SPPG.

"Dari BGN ada sistem pengawasan. Kami bentuk koordinator kecamatan yang membantu pengawasan di wilayahnya. Di setiap SPPG juga ada kepala satuan pelayanan yang ikut bertanggung jawab. SOP selalu kami tegakkan," ujarnya, Rabu (25/2).

Advertisement

Tak hanya pemeriksaan administrasi, BGN juga melakukan sidak saat dapur beroperasi. Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai ketentuan, mulai dari kebersihan hingga standar pengolahan makanan.

“Sidak sudah berlaku sejak awal BGN berjalan. Arahan dari pusat minimal tiga kali dalam seminggu. Kalau saya pribadi ingin setiap hari, tapi karena keterbatasan SDM, satu malam biasanya hanya bisa satu unit SPPG yang diperiksa,” jelasnya.

Langkah pengawasan itu juga menjadi bagian dari antisipasi agar kasus keracunan makanan seperti yang terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara tidak terulang di Samarinda.

Hariyono menegaskan, potensi gangguan kesehatan dalam program MBG memiliki rantai panjang. Mulai dari kualitas bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga kondisi penerima manfaat (PM).

"Kalau terjadi sesuatu, tidak bisa langsung disimpulkan sumbernya dari mana. Harus melalui uji laboratorium untuk memastikan apakah itu gangguan pencernaan biasa atau masuk kategori kejadian luar biasa (KLB). Kuncinya satu, SOP. Kalau SOP dijalankan dengan baik, saya yakin aman," Kuncinya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Balikpapan Hentikan Pembangunan Akses Jalan Proyek PT Suri Retail Nusantara   

DPRD Balikpapan Hentikan Pembangunan Akses Jalan Proyek PT Suri Retail Nusantara  

Komisi III DPRD Kota Balikpapan menghentikan sementara proyek pembangunan akses jalan milik PT Suri Retail Nusantara di kawasan Kompleks Bal

Catatan untuk Manajemen RSUD Panglima Sebaya setelah DPRD Paser Melakukan Sidak

Catatan untuk Manajemen RSUD Panglima Sebaya setelah DPRD Paser Melakukan Sidak

DPRD Kabupaten Paser melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya pekan lalu.

DPRD PPU Sidak Tata Kelola Pelabuhan, Soroti Penertiban Tarif hingga Fasilitas Keselamatan

DPRD PPU Sidak Tata Kelola Pelabuhan, Soroti Penertiban Tarif hingga Fasilitas Keselamatan

Ketua DPRD PPU Raup Muin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga lokasi pelabuhan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer