Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Drive Thru Zakat Resmi Dibuka, Pemkot Ajak Warga Perkuat Solidaritas Sosial

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯

INOVASI: Simulasi pembayaran zakat melalui layanan drive thru di Samarinda saat pembukaan Kampung Ramadan di Lapangan Eks Bandara Temindung, Rabu (25/2).
INOVASI: Simulasi pembayaran zakat melalui layanan drive thru di Samarinda saat pembukaan Kampung Ramadan di Lapangan Eks Bandara Temindung, Rabu (25/2).


Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Komitmen memperkuat solidaritas sosial di momen Ramadan kembali ditegaskan Pemkot Samarinda.

Wali Kota Samarinda Andi Harun membuka program Drive Thru Zakat dan Kampung Ramadan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), dirangkai pembagian paket sembako kepada 50 mustahik (orang yang berhak menerima zakat) se-Kecamatan Sungai Pinang di halaman eks Bandara Temindung, Rabu (25/2).

Advertisement

Selain menghadirkan Kampung Ramadan atau Pasar Ramadan, agenda itu juga menjadi sarana sosialisasi pembayaran zakat secara drive thru melalui sistem digital berbasis non-tunai/QRIS.

Andi Harun menyebut, inovasi itu merupakan bagian dari modernisasi layanan zakat agar semakin mudah diakses masyarakat. "Baznas sudah melakukan banyak inovasi, mulai aplikasi QRIS hingga drive thru zakat. Harapannya, kepatuhan syariat dalam membayar zakat semakin meningkat," ujarnya. 

Kewajiban zakat baik fitrah maupun zakat mal harus dibarengi dengan semangat memperbanyak infak dan sedekah. Menurutnya, zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga instrumen sosial yang memperkuat sendi perekonomian umat.

Advertisement

"Jangan hanya berhenti pada zakat fitrah atau zakat mal. Infak dan sedekah harus menjadi tradisi. Itu bukan hanya tradisi syariat, tetapi juga tradisi sosial yang memperkuat kohesi masyarakat," tegasnya.

AH juga mengajak jajaran Pemkot Samarinda memberi teladan dalam budaya berbagi. Dia berharap, kebiasaan berinfak dan bersedekah tumbuh sebagai kesadaran kolektif, harta yang dimiliki sejatinya adalah titipan Tuhan yang di dalamnya terdapat hak orang lain.

Potensi zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi instrumen strategis untuk membantu fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat terlantar, sekaligus mendukung berbagai intervensi sosial lainnya.

"Tujuan utamanya adalah menguatkan kohesi sosial agar zakat, infak, dan sedekah benar-benar berfungsi untuk kemaslahatan bersama. Mudah-mudahan dengan itu kita semua mendapatkan keberkahan," pungkasnya. (*)

Advertisement
Editor : Dwi Restu A
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ingin Jadi Pimpinan BAZNAS PPU Periode 2026–2031? Pendaftaran Online Resmi Dibuka Melalui SIMZAT

Ingin Jadi Pimpinan BAZNAS PPU Periode 2026–2031? Pendaftaran Online Resmi Dibuka Melalui SIMZAT

Pendaftaran Calon Pimpinan BAZNAS PPU 2026–2031 resmi dibuka online via SIMZAT Kemenag hingga 24 Agustus 2026. Buka peluang untuk publik.

Pemkab Kutai Barat Perkuat Tata Kelola Zakat Melalui Monev   

Pemkab Kutai Barat Perkuat Tata Kelola Zakat Melalui Monev  

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menegaskan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Progam Z-Chicken dari Baznas Kaltim jadi Jalan Mustahik Mandiri Ekonomi

Progam Z-Chicken dari Baznas Kaltim jadi Jalan Mustahik Mandiri Ekonomi

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltim memberikan bantuan berupa pelatihan dan modal bagi 35 mustahik, yang nantinya berkembang mandiri.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer