Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Soroti Lampu Remang di Citra Niaga, Usulkan Diganti Lampu Konvensional

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯

KURANG MAKSIMAL: Keluhan pengunjung terhadap penerangan lampu biosolar di kawasan Citra Niaga redup ketika malam.
KURANG MAKSIMAL: Keluhan pengunjung terhadap penerangan lampu biosolar di kawasan Citra Niaga redup ketika malam.


Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Kawasan Citra Niaga yang tengah ditata sebagai destinasi wisata kota ternyata masih menyisakan persoalan. Penerangan di area tersebut dinilai belum maksimal, bahkan dikeluhkan warga karena kondisinya yang remang saat malam.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, Komisi III DPRD Samarinda meninjau penerangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di kawasan Citra Niaga, Kamis (5/3). 

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, keluhan masyarakat terutama terkait lampu penerangan yang dinilai kurang terang pada malam hari. "Lampu sebenarnya ada, tapi menggunakan tenaga surya. Dari laporan masyarakat, penerangannya jadi remang-remang," ujarnya, Kamis (5/3).

Lampu bio solar biasanya menyala terang pada awal malam, namun intensitasnya akan menurun seiring berkurangnya daya yang tersimpan di baterai. "Biasanya sekitar pukul 19.00 Wita masih terang. Tapi setelahnya mulai redup karena kapasitas simpan energinya terbatas," jelasnya.

Advertisement

Padahal, menurut Deni, Citra Niaga merupakan salah satu kawasan yang sedang ditata, menjadi destinasi wisata dan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat. Karena itu, penerangan dinilai sangat penting untuk menunjang aktivitas warga di malam hari.

Komisi III mengusulkan kepada dinas terkait, khususnya bidang cipta karya agar lampu tenaga surya tersebut dapat diganti dengan lampu konvensional yang sumber listriknya lebih stabil. "Kami mengusulkan agar kalau bisa diganti dengan lampu konvensional, supaya tidak terbatas dengan kapasitas tenaga surya," kata Deni.

Selain persoalan penerangan, dewan juga menemukan masih adanya kabel-kabel yang terlihat menggantung di kawasan tersebut. Padahal, menurutnya, jaringan utilitas di kawasan Citra Niaga seharusnya sudah menggunakan sistem kabel optik yang ditanam di dalam tanah agar kawasan terlihat lebih rapi.

"Entah itu kabel listrik atau kabel lainnya. Nanti kami minta dinas terkait bersurat kepada pihak toko agar kawasan itu disterilkan dari kabel yang menggantung," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dishub Kukar Target Pemasangan 4.000 LPJU Rampung Oktober   

Dishub Kukar Target Pemasangan 4.000 LPJU Rampung Oktober  

Jalur-jalur padat di Kukar yang selama ini minim penerangan bersiap bermandikan cahaya.

Kabel LPJU  Jalur Tenggarong-Samarinda Dicuri, Dishub Kukar Sudah Lapor Polisi

Kabel LPJU  Jalur Tenggarong-Samarinda Dicuri, Dishub Kukar Sudah Lapor Polisi

Kabel LPJU dicuri, Jalur dua Tenggarong-Samarinda kembali gelap.

Begini Kronologi Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Beraksi di NTT, Balikpapan hingga Samarinda

Begini Kronologi Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Beraksi di NTT, Balikpapan hingga Samarinda

Dua spesialis pembobol mesin ATM di Samarinda diringkus polisi setelah gasak uang Rp 433,5 juta. Simak kronologi aksi dan penangkapan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer