Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rem Diduga Blong, Bus Pariwisata Terguling di Untung Suropati, Begini Kondisinya Sekarang

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯

 


Advertisement

EVAKUASI: Proses evakuasi bus pariwisata yang mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, depan, Senin (9/3).
EVAKUASI: Proses evakuasi bus pariwisata yang mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, depan, Senin (9/3).

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA–Bus pariwisata mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, Senin (9/3) sekitar pukul 09.00 Wita. Bus yang melaju dari arah Samarinda Seberang menuju pusat kota itu tiba-tiba kehilangan kendali dan akhirnya terguling di badan jalan.

Advertisement

Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Bus diketahui dalam kondisi kosong, hanya dikemudikan sopir yang sebelumnya baru saja mengisi bahan bakar di wilayah Samarinda Seberang.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Samarinda Iptu Ismail Marzuki menjelaskan, berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari sopir, kecelakaan diduga dipicu rem kendaraan yang tidak berfungsi (blong).

"Informasi awal dari driver, rem kendaraan diduga blong. Karena tidak bisa mengendalikan laju bus, sopir kemudian membanting setir ke kanan, ke arah Jalan Ir. Sutami hingga akhirnya kendaraan mengalami out of control," ujarnya, Senin (9/3).

Advertisement

Akibat kejadian itu, sopir bus mengalami luka dan langsung dievakuasi petugas ke Rumah Sakit Hermina Samarinda untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, proses evakuasi bus sempat memakan waktu karena kendaraan berada dalam posisi terbalik. Petugas harus menunggu mobil derek (crane) untuk mengangkat badan bus.

"Kurang lebih sekitar 45 menit kami menunggu mobil crane untuk proses evakuasi. Tantangannya karena kondisi kabin bagian atas bus sudah rusak dan kaca pecah, jadi harus sangat hati-hati saat menegakkan kembali bus tersebut," jelasnya.

Setelah berhasil didirikan kembali, bus kemudian dievakuasi ke Terminal Sungai Kunjang untuk penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil koordinasi awal dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, kendaraan tersebut diketahui berasal dari luar daerah. Namun, untuk data uji berkala kendaraan (keur), sementara belum ditemukan dalam sistem Dishub Samarinda.

"Informasi sementara dari Dishub, data keur kendaraan ini tidak terdaftar di sistem Dishub Samarinda. Nanti akan ditindaklanjuti lebih lanjut unit Laka," kata Ismail.

Ia juga menyebut kondisi arus lalu lintas saat kejadian relatif landai sehingga tidak menimbulkan kemacetan panjang. Pada pukul tersebut, kepadatan kendaraan di ruas jalan itu sudah mulai berkurang dibandingkan jam sibuk pagi hari.

"Untungnya saat kejadian arus lalu lintas sudah agak landai, sehingga tidak menimbulkan dampak kemacetan yang signifikan," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Menanti Kepastian Angkutan Massal di Samarinda, Muncul Opsi Sistem Ganjil Genap atau Satu Arah

Menanti Kepastian Angkutan Massal di Samarinda, Muncul Opsi Sistem Ganjil Genap atau Satu Arah

Impian Samarinda memiliki transportasi massal kian terasa. Samarinda dapat bantuan Kemenhub, operasional ditopang pusat selama 4 tahun.

Ada Promo Diskon Tiket DAMRI hingga 50 Persen, Simak Syarat dan Ketentuannya

Ada Promo Diskon Tiket DAMRI hingga 50 Persen, Simak Syarat dan Ketentuannya

DAMRI hadirkan promo diskon tiket hingga 50 persen untuk sejumlah rute perjalanan. Simak syarat, ketentuan, dan cara mendapatkan promonya.

Begini Kronologi Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Beraksi di NTT, Balikpapan hingga Samarinda

Begini Kronologi Uang Ratusan Juta Raib, Pelaku Beraksi di NTT, Balikpapan hingga Samarinda

Dua spesialis pembobol mesin ATM di Samarinda diringkus polisi setelah gasak uang Rp 433,5 juta. Simak kronologi aksi dan penangkapan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer