Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mudik Lebaran, Damkar Ingatkan Warga Waspadai Korsleting Listrik  

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯

Kepala Disdamkarmat Samarinda, Hendra AH.
Kepala Disdamkarmat Samarinda, Hendra AH.
 


Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Meninggalkan rumah dalam waktu lama saat mudik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah berpotensi menimbulkan risiko kebakaran jika tidak dipersiapkan dengan baik. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda mengingatkan masyarakat untuk memastikan seluruh peralatan rumah tangga dalam kondisi aman sebelum berangkat mudik.

Kepala Disdamkarmat Samarinda Hendra AH mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya sosialisasi kepada masyarakat mengenai potensi kebakaran, termasuk memasang sejumlah plang pengingat di beberapa titik di Kota Samarinda.

Advertisement

"Kami sudah melakukan sosialisasi ke berbagai komunitas dan juga memasang reminder sign (plang) untuk mengingatkan masyarakat agar memastikan rumah dalam kondisi aman saat ditinggalkan,” ujarnya, Kamis (12/3).

Ia menjelaskan, masyarakat yang akan mudik diimbau memastikan kompor dalam kondisi mati, serta mencabut steker atau colokan listrik guna mencegah terjadinya korsleting listrik yang berpotensi memicu kebakaran.

Menurutnya, sebagian besar kasus kebakaran yang terjadi di Samarinda masih didominasi oleh korsleting listrik. "Lebih dari 50 persen kebakaran dipicu korsleting listrik. Selain itu juga sering terjadi karena kompor yang ditinggalkan atau pemilik rumah tertidur saat memasak," jelasnya.

Advertisement

Selain itu, Disdamkarmat juga mendorong setiap rumah tangga memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

Hendra menegaskan, keberadaan APAR sangat penting untuk memadamkan api dalam skala kecil sebelum membesar. "Kami mengimbau setiap rumah minimal memiliki satu APAR. Alat ini sangat penting untuk penanganan awal kebakaran sebelum api membesar," kata Hendra.

Disdamkarmat juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi kebakaran di lingkungan sekitar. Laporan dapat disampaikan langsung ke kantor Disdamkarmat, melalui call center, maupun melalui jaringan relawan kebakaran yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Samarinda.

"Biasanya warga juga bisa melapor melalui relawan di lingkungannya, baik melalui Handy Talkie (HT) maupun jalur komunikasi lainnya," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mudik Usai, Keberangkatan Penumpang di Pelabuhan Semayang Ambles 50 Persen, Ternyata Ini Pemicunya!

Mudik Usai, Keberangkatan Penumpang di Pelabuhan Semayang Ambles 50 Persen, Ternyata Ini Pemicunya!

Aktivitas keberangkatan penumpang di Pelabuhan Semayang Balikpapan anjlok 50,82 persen pada April 2026. Terdampak arus mudik.

Minta Nasabah Lebih Waspada, Modus Penipuan yang Kerap Gunakan Nama Taspen

Minta Nasabah Lebih Waspada, Modus Penipuan yang Kerap Gunakan Nama Taspen

PT Taspen Samarinda peringatkan masyarakat soal modus penipuan berkedok layanan perusahaan. Simak cara menghindari pencurian data pribadi.

Punya Benjolan di Ketiak? Kapan Waktunya Waspada?

Punya Benjolan di Ketiak? Kapan Waktunya Waspada?

Khawatir benjolan di ketiak? Mulai dari iritasi cukur hingga masalah serius, kenali penyebab dan tanda bahaya yang wajib diperiksakan!

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer