Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dishub Kaltim Siapkan Sidak Lapangan Jelang Puncak Arus Mudik

D
Penulis: Denny Saputra❯

PERHATIAN: Terminal Sungai Kunjang menjadi salah satu titik pemantauan Dishub Kaltim jelang arus mudik 2026.
PERHATIAN: Terminal Sungai Kunjang menjadi salah satu titik pemantauan Dishub Kaltim jelang arus mudik 2026.


Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Puncak arus mudik Lebaran diperkirakan mulai terjadi sejak Minggu (15/3) serta kembali meningkat menjelang Idulfitri pada 18–19 Maret mendatang.

Sejumlah instansi teknis mulai melakukan berbagai persiapan guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat dari dan menuju Kalimantan Timur. Salah satunya melalui pemeriksaan armada angkutan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim.

Kepala Dishub Kaltim Yusliando mengatakan, langkah utama yang dilakukan adalah pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan kondisi armada angkutan umum benar-benar siap beroperasi selama periode mudik.

Advertisement

“Saat ini tim terus melakukan pemantauan lapangan,” singkatnya, beberapa waktu lalu. Dia menerangkan, selain kondisi kendaraan, pemeriksaan juga menyasar kesiapan pengemudi. Hal ini mencakup aspek kesehatan hingga potensi penggunaan narkoba serta tingkat kelelahan sopir.

“Untuk arus mudik ini kami memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran perjalanan. Sejak kemarin kami sudah melakukan ramp check untuk memastikan armada layak jalan dan kondisi pengemudinya juga siap,” terangnya.

Dia menyebut, ramp check dilakukan di sejumlah titik sesuai kewenangan pemerintah provinsi. Di antaranya di kawasan terminal tipe B, Pelabuhan Kariangau Balikpapan, hingga beberapa titik terminal yang menjadi simpul transportasi darat di Kaltim. “Kami mengecek sesuai dengan kewenangan kami,” singkatnya.

Advertisement

Sementara itu, untuk moda transportasi yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, pengawasan dilakukan oleh instansi terkait. Misalnya di terminal tipe A yang dikelola Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan, serta pengawasan di pelabuhan oleh KSOP dan di bandara oleh otoritas penerbangan.

“Kalau yang kewenangan pusat seperti terminal tipe A di Balikpapan dan Samarinda itu ditangani BPTD. Begitu juga di pelabuhan dan bandara yang menjadi kewenangan pemerintah pusat,” jelasnya.

Dari sisi kapasitas terminal darat, Dishub Kaltim menilai fasilitas yang ada masih mampu menampung lonjakan penumpang. Selama ini peningkatan jumlah pemudik dinilai tidak sampai menyebabkan penumpukan signifikan di terminal.

Namun potensi kepadatan justru lebih sering terjadi di pelabuhan laut. Hal itu dipicu proses naik kapal yang membutuhkan waktu sehingga penumpang kerap menumpuk di area tunggu. “Kami sudah koordinasi dengan KSOP dan Pelindo untuk mengantisipasi penumpukan di pelabuhan karena proses keberangkatan penumpang ke kapal biasanya memakan waktu,” singkatnya.

Dari hasil ramp check awal, Dishub juga menemukan sejumlah armada yang belum memenuhi syarat kelayakan operasional. Sebagian besar berkaitan dengan kelengkapan perizinan kendaraan.

“Memang ada beberapa yang tidak laik. Kebanyakan masalah perizinan, dan ada juga pengemudi yang tidak memenuhi syarat untuk membawa kendaraan. Sehingga bagi pengemudi yang tidak sehat, sebaiknya tidak membawa kendaraan dahulu,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Progres Pembangunan Trotoar di Jalan Patimura Surplus 32,4 Persen, Pemasangan Lampu Ditarget Awal De

Progres Pembangunan Trotoar di Jalan Patimura Surplus 32,4 Persen, Pemasangan Lampu Ditarget Awal De

Komisi C DPRD Bontang melakukan kunjungan lapangan ke proyek pembangunan trotoar di Jalan Pattimura, Senin (19/10/2026).

Sukses Bacitra, Pemprov Kaltim Dorong Bus BTS Segera Hadir di Samarinda

Sukses Bacitra, Pemprov Kaltim Dorong Bus BTS Segera Hadir di Samarinda

Pemprov Kaltim menargetkan layanan BTS Samarinda terwujud pada 2027, disertai usulan bus listrik untuk rute menuju IKN.

Peta Rel 1.579 Km Siap, Pergub Kaltim Hubungkan Bandara APT Pranoto, Kabupaten/Kota, hingga IKN

Peta Rel 1.579 Km Siap, Pergub Kaltim Hubungkan Bandara APT Pranoto, Kabupaten/Kota, hingga IKN

Dishub Kaltim siapkan Pergub Perkeretaapian: petakan 1.579 km jalur rel koneksi kabupaten/kota, KEK Maloy, hingga feeder IKN.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer