Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Satpol Peringatkan PKL di Atas Trotoar Bongkar Mandiri Usai Lebaran

D
Penulis: Denny Saputra❯

Anis Siswantini
Anis Siswantini


Advertisement

SAMARINDA – Pemkot Samarinda mengevaluasi pelaksanaan penertiban pedagang kaki lima (PKL) selama Ramadan. Dari hasil pemantauan di lapangan, masih ditemukan sejumlah lapak yang berdiri di atas trotoar di beberapa titik kota. Kondisi tersebut diharapkan bisa segera ditertibkan setelah masa Lebaran.

Kepala Satpol PP Samarinda Anis Siswantini mengatakan selama Ramadan pihaknya memberi ruang toleransi bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, ia menegaskan fungsi trotoar tetap harus dikembalikan untuk pejalan kaki setelah momentum tersebut berakhir. “Petugas kami selalu berjaga dan berkeliling di sejumlah titik, dan mengusir bila ada pelanggaran,” singkatnya, Senin (23/3).

Ia mengakui di sejumlah lokasi masih ditemukan pedagang makanan maupun jasa penukaran uang yang memanfaatkan trotoar. Meski sebagian sudah berusaha menyingkirkan lapak ke tepi, keberadaan mereka tetap mengganggu fungsi fasilitas publik. “Memang masih ada PKL yang berjualan di atas trotoar, termasuk jasa penukaran uang. Ada yang sudah minggir, tapi tetap saja trotoar itu fungsinya untuk pejalan kaki,” terangnya.

Advertisement

Menurut Anis, selama ini petugas sudah berupaya melakukan pendekatan persuasif. Namun di lapangan sering terjadi praktik “kucing-kucingan” antara pedagang dan petugas saat dilakukan pengawasan. “Petugas kami rutin melakukan pengawasan misalnya di Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kusuma Bangsa, Jalan Pahlawan dan lainnya,” singkatnya.

Karena itu, pihaknya meminta para pedagang bersikap kooperatif dengan membongkar lapak secara mandiri setelah Lebaran. Langkah tersebut dinilai lebih baik dibandingkan jika penertiban harus dilakukan langsung oleh petugas. “Untuk ke depannya setelah Ramadan, tolong dibongkar mandiri. Supaya kota kita tetap terlihat indah dan trotoar yang sudah dibangun Pemkot bisa kembali difungsikan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang selama Ramadan berusaha mematuhi aturan dan menjaga ketertiban kota. Pemerintah, kata dia, tetap mengedepankan pendekatan persuasif selama pelaku usaha bersedia bekerja sama. “Imbauannya kooperatif supaya tidak sampai Satpol PP yang membongkar. Kami beri tenggat waktu sampai habis Lebaran, nanti kami keliling memastikan lapak-lapak itu sudah dibongkar mandiri,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sudah Berkali-kali Ditegur, PKL Buah di Jalan Yos Sudarso Samarinda Terancam Barangnya Disita

Sudah Berkali-kali Ditegur, PKL Buah di Jalan Yos Sudarso Samarinda Terancam Barangnya Disita

Satpol PP Samarinda tertibkan PKL buah di Jalan Yos Sudarso yang menggunakan trotoar. Pedagang terancam penyitaan jika kembali melanggar.

Teras Samarinda 2 Dibuka 1 September, Satpol PP Siapkan 22 Personel dan Pengamanan Tiga Shift

Teras Samarinda 2 Dibuka 1 September, Satpol PP Siapkan 22 Personel dan Pengamanan Tiga Shift

Teras Samarinda 2 ditargetkan dibuka 1 September. Satpol PP menyiapkan sekitar 22 personel dengan pola pengamanan tiga shift.

ASN Diduga Nongkrong di Warkop Saat Jam Kerja, Sekda Samarinda Pastikan Evaluasi Disiplin

ASN Diduga Nongkrong di Warkop Saat Jam Kerja, Sekda Samarinda Pastikan Evaluasi Disiplin

Sekda Samarinda menegaskan evaluasi disiplin ASN usai dugaan pegawai nongkrong di warung kopi saat jam dinas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer