Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Samarinda Mulai Uji Coba ASN AI, Diskominfo Klaim Bisa Pangkas Kerja Programmer

D
Penulis: Denny Saputra❯
Suparmin
Suparmin

Advertisement

SAMARINDA- Pembangunan Super Apps Samarinda AI terus berproses meski target rampung baru dipatok pada 2028 mendatang. Di tengah efisiensi anggaran tahun ini, proyek digital besutan Pemkot Samarinda bekerja sama dengan pakar IT nasional, Ainun Najib, tetap berjalan dan mulai diuji coba secara internal di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, khususnya bagi tim programmer.

Sekretaris Diskominfo Samarinda Suparmin menjelaskan, saat ini Samarinda AI sudah mulai dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan harian pegawai. Penggunaan awal difokuskan pada pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan di internal organisasi.

“Sekarang kami gunakan untuk coding, pengembangan aplikasi kita menggunakan AI. Jadi kita nyebutnya agen ASN, ASN AI,” ujarnya, Minggu (24/5).

Advertisement

Menurutnya, teknologi tersebut membantu mempercepat pekerjaan, terutama bagi tim programmer. Jika sebelumnya pengembangan aplikasi memerlukan waktu hingga dua pekan, dengan dukungan AI proses penyusunan konsep hingga coding bisa dipangkas. “Efisiensi waktu bahkan menjadi satu hingga dua hari,” singkatnya.

Biasanya, kata dia, arahan dari Wali Kota Samarinda Andi Harun diterjemahkan terlebih dahulu melalui proses diskusi internal sebelum dibuat mock-up aplikasi. Setelah itu, AI digunakan untuk membantu proses pemrograman agar lebih efisien. “Tapi tetap harus senior yang paham isi dan prosesnya. Jadi AI membantu, bukan menggantikan,” tegasnya.

Selain untuk pengembangan aplikasi, Diskominfo juga terus memperbarui dashboard digital milik wali kota. Namun, ke depan teknologi ini ditargetkan tidak hanya menjadi alat bantu prompting atau menjawab pertanyaan, melainkan mampu menjalankan tugas tertentu secara mandiri.

Advertisement

Suparmin menambahkan, salah satu skenario yang sedang dipikirkan ialah pengelolaan media sosial pemerintah berbasis AI. “Mulai dari pencarian isu, pembuatan konten hingga merespons pertanyaan publik secara otomatis,” tambahnya.

Target besarnya, Pemkot Samarinda ingin memiliki model bahasa (language model/LM) lokal dengan server berada di Samarinda agar layanan AI lebih murah dan dapat diakses masyarakat secara luas. “Pak wali setuju targetnya 2028 sudah rilis, sudah full dipakai. Kami mau jadi yang pertama lah. Pemda lain mungkin masih mikir infrastruktur, Samarinda sudah lari ke AI karena SDM-nya bisa,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Server SPMB Tetap Stabil di Hari Terakhir Pendaftaran SD, dan Dimulainya Jenjang SMP

Server SPMB Tetap Stabil di Hari Terakhir Pendaftaran SD, dan Dimulainya Jenjang SMP

Diskominfo Samarinda terus memantau lalu lintas akses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selama masa pendaftaran.

Hari Pertama SPMB SD Dibuka, Lebih 480 Calon Siswa Sudah Mendaftar

Hari Pertama SPMB SD Dibuka, Lebih 480 Calon Siswa Sudah Mendaftar

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD jalur afirmasi dan mutasi resmi dibuka pada Jumat (5/6).

Dishub Mulai Pasang PJU Jembatan Achmad Amins, Anggaran Rp 949 Juta

Dishub Mulai Pasang PJU Jembatan Achmad Amins, Anggaran Rp 949 Juta

Dishub Samarinda mulai mengerjakan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) di Jembatan Achmad Amins.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer