Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SPMB Diminta Junjung Integritas, Andi Harun Ingatkan Bahaya “Titip Anak” di Sekolah

D
Penulis: Denny Saputra❯
JAGA INTEGRITAS: Andi Harun membacakan komitmen walikota terhadap pelaksanaan SPMB yang berkualitas dan berintegritas, di hadapan peserta kegiatan, Senin (25/5).
JAGA INTEGRITAS: Andi Harun membacakan komitmen walikota terhadap pelaksanaan SPMB yang berkualitas dan berintegritas, di hadapan peserta kegiatan, Senin (25/5).

Advertisement

SAMARINDA- Praktik titip-menitip siswa saat penerimaan murid baru kembali disorot. Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) harus berjalan jujur, objektif, dan bebas intervensi agar tidak memunculkan diskriminasi di tengah masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat membuka konsultasi publik SPMB yang digagas Disdikbud Samarinda di Ruang Arutala Bapperida, Senin (25/5).

Andi Harun menjelaskan, sosialisasi petunjuk teknis SPMB digelar untuk memastikan sistem penerimaan murid di tingkat PAUD, SD, hingga SMP berjalan profesional, akuntabel, dan bebas dari praktik manipulasi. Menurutnya, persoalan yang paling sering menjadi perhatian publik berkaitan dengan mekanisme penerimaan, kuota, sistem seleksi, hingga saluran pengaduan.

“Juknis kita mengatur itu agar penerimaan murid berlangsung jujur, tidak ada manipulasi data, tidak ada pungutan, dan tidak ada perbuatan yang mencederai integritas serta rasa keadilan di masyarakat,” ujarnya.

Advertisement

Dia mengingatkan praktik titip-menitip siswa untuk masuk ke sekolah tertentu berpotensi memunculkan diskriminasi. Karena itu, pihaknya memastikan seluruh proses berlangsung secara adil tanpa adanya perlakuan khusus berbasis kedekatan personal maupun kepentingan tertentu. “Sosialisasi ini sebagai pengingat untuk membangun budaya baru,” singkatnya

Menurut Andi Harun, tantangan besar dunia pendidikan saat ini bukan hanya di Samarinda, tetapi juga secara nasional, yakni menghadirkan kualitas pendidikan yang merata. Persepsi masyarakat yang masih menganggap hanya sekolah tertentu yang bermutu membuat persaingan masuk sekolah favorit terus terjadi.

“Pendidikan berkualitas itu dimulai dari penerimaan yang berintegritas, kualitas tenaga pendidik, komitmen pemerintah sebagai regulator, dan dukungan masyarakat,” tegasnya.

Advertisement

Ia pun menyoroti budaya feodal seperti praktik suap dan titipan yang masih terjadi di tengah masyarakat. Termasuk perlunya dukungan masyarakat untuk tidak mencoba melakukan praktik suap hingga membawa embel-embel kedekatan dengan orang tertentu.

“Kalau penyelenggaraannya, sekolahnya, pemerintahnya sudah memulai sikap integritas, maka praktik-praktik seperti itu tidak akan terlaksana,” pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kapolsek Muara Pahu Beri Edukasi Bahaya Narkoba kepada Siswa Baru di Kubar untuk Memperkuat Pencegahan Sejak MPLS

Kapolsek Muara Pahu Beri Edukasi Bahaya Narkoba kepada Siswa Baru di Kubar untuk Memperkuat Pencegahan Sejak MPLS

Polsek Muara Pahu mengedukasi siswa baru SMAN 1 Muara Pahu tentang bahaya NAPZA saat MPLS untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.

SPMB Balikpapan 2026 Sukses Zero Titipan, Disdikbud Evaluasi Masalah Zonasi

SPMB Balikpapan 2026 Sukses Zero Titipan, Disdikbud Evaluasi Masalah Zonasi

Disdikbud Balikpapan merampungkan Sistem Penerimaan Murid Baru Tahun 2026 yang berjalan lancar. Diklaim bersih dari praktik "titip-menitip"

Bukan Zamannya Uji Mental! Praktisi Pendidikan Kaltim Tegaskan MPLS 2026 Wajib Kuatkan Psikis Siswa dari Cyberbullying

Bukan Zamannya Uji Mental! Praktisi Pendidikan Kaltim Tegaskan MPLS 2026 Wajib Kuatkan Psikis Siswa dari Cyberbullying

Praktisi pendidikan Kaltim Abdul Rozak Fahrudin ingatkan tantangan MPLS 2026. Sekolah wajib bangun ruang aman dari perundungan siber

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer