Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Puluhan Orang Tua Mengadu ke DPRD, TRC PPA Desak SPMB Samarinda Dievaluasi

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
MENGADU: TRC PPA Kaltim bersama sejumlah orang tua calon siswa yang gagal lolos SPMB menyerahkan laporan pengaduan ke DPRD Samarinda, Rabu (1/7). HAFIZ/KP
MENGADU: TRC PPA Kaltim bersama sejumlah orang tua calon siswa yang gagal lolos SPMB menyerahkan laporan pengaduan ke DPRD Samarinda, Rabu (1/7). HAFIZ/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Polemik Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Samarinda belum mereda. Puluhan orang tua calon siswa yang anaknya gagal memperoleh bangku sekolah negeri resmi mengadukan persoalan tersebut ke DPRD Samarinda melalui Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim.

Ketua TRC PPA Kaltim Rina Zainun mengatakan, pihaknya telah menyerahkan 32 berkas pengaduan lengkap yang seluruhnya berasal dari calon siswa SMP. Sementara total laporan yang masuk mencapai lebih dari 100 pengaduan.

"Banyak yang melapor, tetapi hari ini kami fokus menyerahkan 32 berkas yang sudah lengkap. Yang paling memprihatinkan, ada anak yang sudah mendaftar hingga sembilan sekolah tetap tidak diterima," ujarnya, Rabu (1/7).

Rina menilai sistem SPMB saat ini justru menyulitkan masyarakat. Ia mencontohkan seorang ibu tunggal di Palaran yang anaknya diterima di Samarinda Seberang sehingga memberatkan biaya transportasi.

Karena itu, pihaknya meminta DPRD mengevaluasi regulasi SPMB, bahkan mengusulkan agar penerimaan siswa kembali mengutamakan nilai akademik seperti sistem Nilai Ebtanas Murni (NEM).

Advertisement

Selain itu, TRC PPA juga menyoroti dugaan perubahan titik koordinat domisili peserta. Berdasarkan laporan orang tua, ada calon siswa yang sempat tersingkir, namun kembali muncul setelah titik koordinatnya berubah menjadi lebih dekat dengan sekolah.

"Kami berharap sistem ini lebih transparan. Jangan sampai ada celah yang membuat titik koordinat bisa berubah," tegasnya.

Menurut Rina, persoalan tidak hanya terjadi di jalur zonasi, tetapi juga jalur prestasi dan afirmasi. Bahkan ada siswa dengan nilai Surat Keterangan Lulus (SKL) di atas 9 dan masuk 10 besar Tes Kemampuan Akademik (TKA) tetap gagal diterima.

Ia berharap pemerintah segera memberikan solusi agar seluruh anak yang belum memperoleh sekolah negeri tetap mendapatkan hak atas pendidikan. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sudah Juli, TASPEN Samarinda Ingatkan Peserta Pensiun Rutin Autentikasi Setiap Bulan, Hindari Penundaan Pembayaran

Sudah Juli, TASPEN Samarinda Ingatkan Peserta Pensiun Rutin Autentikasi Setiap Bulan, Hindari Penundaan Pembayaran

TASPEN Samarinda mengimbau peserta pensiun rutin autentikasi setiap bulan. Langkah ini mencegah penundaan pembayaran manfaat pensiun.

Turunkan Kekuatan Penuh, Bluefin Samarinda Siap Tempur di Kejurda Basket Se-Kaltim

Turunkan Kekuatan Penuh, Bluefin Samarinda Siap Tempur di Kejurda Basket Se-Kaltim

Bluefin Samarinda siap turun full team di Kejurda Basket se-Kaltim 4-13 Juli. Pelatih Ary Sandy bidik evaluasi progres latihan maba.

Lolos Seleksi tapi Cuma 50 Persen yang Daftar Ulang, UINSI Samarinda Ungkap Alasan Calon Maba

Lolos Seleksi tapi Cuma 50 Persen yang Daftar Ulang, UINSI Samarinda Ungkap Alasan Calon Maba

Pendaftar tinggi tapi hanya 50% calon maba UINSI Samarinda yang daftar ulang. Kampus sebut banyak yang pindah ke PTS demi kuliah-kerja.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer