Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Disporapar Samarinda Diusul Pecah, DPRD Kritik Anggaran Pariwisata Kecil padahal Target Gencar

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
TAK MAKSIMAL: DPRD Samarinda mendorong pemisahan Disporapar agar pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lebih fokus. (HAFIZ/KP)
TAK MAKSIMAL: DPRD Samarinda mendorong pemisahan Disporapar agar pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif lebih fokus. (HAFIZ/KP)

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Wacana pemisahan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda kembali mencuat. Pemerintah Kota Samarinda mulai menyiapkan kajian sebagai langkah awal sebelum memutuskan memisahkan urusan kepemudaan dan olahraga dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Kepala Disporapar Kota Samarinda Muslimin mengatakan, pembahasan mengenai pemisahan organisasi perangkat daerah tersebut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. "Pembicaraan tentang pemisahan Disporapar sebenarnya sudah lama dihembuskan. Kami juga sudah menyampaikan kepada bidang organisasi untuk membuat kajian. Karena ini harus dikaji terlebih dahulu, baik dari sisi aturan maupun kebutuhan organisasinya," ujarnya, Kamis (2/7).

Menurut Muslimin, realisasi pemisahan belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Ada sejumlah aspek yang harus dipertimbangkan, mulai dari kesiapan sumber daya manusia (SDM), kebutuhan anggaran, hingga hasil kajian organisasi.

Advertisement

Ia menjelaskan, penggabungan dinas olahraga dan pariwisata sebelumnya dilakukan sebagai bagian dari kebijakan efisiensi birokrasi. Karena itu, apabila nantinya dipisahkan, pemerintah harus menyiapkan konsekuensi berupa tambahan pegawai, anggaran operasional, hingga struktur organisasi baru.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda Iswandi menegaskan pihaknya justru mendorong agar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dipisahkan dari Dinas Pemuda dan Olahraga agar pengelolaannya lebih fokus.

Advertisement

Menurutnya, selama dua sektor tersebut digabung, pengembangan pariwisata belum berjalan optimal, padahal Pemerintah Kota Samarinda terus mendorong pembangunan destinasi wisata dan ekonomi kreatif. "Kalau selama ini digabung, jadinya tidak fokus. Pemerintah kota gencar bicara pariwisata, membangun spot-spot wisata, tetapi anggaran untuk pariwisatanya justru kecil. Ini tidak sinkron," tegasnya.

Iswandi menyebut, hingga pertengahan 2026 realisasi PAD sektor pariwisata sudah mencapai sekitar Rp750 juta dari target Rp1,4 miliar. Meski capaian itu sudah melampaui 50 persen, menurutnya potensi yang dimiliki Samarinda masih jauh lebih besar apabila dikelola secara maksimal.

Selain itu, Komisi II juga menemukan sejumlah aset olahraga milik Pemkot Samarinda yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satunya Stadion Segiri yang hingga kini belum diserahterimakan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada Pemerintah Kota Samarinda.

Akibatnya, pengelolaan fasilitas penunjang stadion, termasuk ruko-ruko yang tersedia, belum bisa dilakukan secara maksimal karena masih terkendala administrasi. "Ini juga akan kami tindak lanjuti. Harapan kami, kalau dinasnya sudah dipisah, pengelolaan pariwisata dan ekonomi kreatif bisa lebih efektif, begitu juga pembinaan olahraga," pungkasnya. (riz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

DPRD Samarinda Mediasi Pengembang Grand City dan Warga Keledang Mas, Soroti Gerbang dan Banjir

DPRD Samarinda Mediasi Pengembang Grand City dan Warga Keledang Mas, Soroti Gerbang dan Banjir

DPRD Samarinda mediasi PT BSD & warga Keledang Mas. Ketua Komisi III Deni Hakim Anwar tekankan komunikasi gerbang & mitigasi banjir.

Proyek Grand City Dikeluhkan Warga, Aktivitas Pengiriman Alat Berat di Malam Hari Jadi Sorotan

Proyek Grand City Dikeluhkan Warga, Aktivitas Pengiriman Alat Berat di Malam Hari Jadi Sorotan

Warga keluhkan proyek Grand City Samarinda terkait gangguan alat berat dan risiko banjir. DPRD fasilitasi mediasi pengembang dan warga.

Drainase Selili Perlu Diperlebar untuk Atasi Genangan, Suparno Utamakan Kesediaan Warga

Drainase Selili Perlu Diperlebar untuk Atasi Genangan, Suparno Utamakan Kesediaan Warga

Drainase Selili Samarinda dinilai perlu diperlebar. Anggota DPRD Suparno tekankan pentingnya kesediaan warga & kajian Dinas PU

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer