Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

APBD 2027 Digodok, DPRD Samarinda Dorong PAD Naik dan Belanja Lebih Selektif

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
Helmi Abdullah
Helmi Abdullah

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Penyusunan APBD Kota Samarinda 2027 mulai memasuki tahap krusial. DPRD Kota Samarinda menegaskan penyusunan anggaran tahun depan akan lebih berhati-hati dengan mengedepankan skala prioritas, berkaca pada tekanan fiskal yang terjadi pada tahun sebelumnya akibat kebijakan efisiensi pemerintah pusat.

Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah mengatakan, Badan Anggaran (Banggar) DPRD saat ini tengah menuntaskan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027. Sebelumnya membahas KUA, rapat internal Banggar kini difokuskan pada sektor pendapatan daerah.

"Kami rapat internal Banggar untuk menyelesaikan tahapan-tahapannya. Kemarin membahas KUA-PPAS, hari ini  mempelajari masalah pendapatan. Kemungkinan besok membahas prioritas belanja," ujarnya, Rabu (22/7).

Advertisement

Pembahasan tersebut juga menjadi ruang bagi anggota dewan untuk memberikan masukan sebelum Banggar bertemu Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Salah satu fokus yang didorong ialah upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Teman-teman dewan memberikan masukan yang sifatnya positif dan membangun. Karena hari ini membahas pendapatan, tentu yang kami dorong bagaimana pemerintah kota bisa meningkatkan PAD," katanya.

Helmi menambahkan, pengalaman tekanan fiskal pada tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi dalam menyusun APBD 2027. Saat itu, daerah harus menyesuaikan anggaran setelah pemerintah pusat menerapkan kebijakan efisiensi yang berdampak pada transfer ke daerah. "Pengalaman tahun kemarin menjadi patokan. Waktu itu kita belum mengetahui akan ada efisiensi dari pemerintah pusat, sehingga anggaran yang sudah dipatok akhirnya harus disesuaikan. Sekarang itu menjadi pelajaran," jelasnya.

Advertisement

Meski belum mengetahui apakah kebijakan efisiensi akan kembali diterapkan pada 2027, DPRD menyiapkan langkah antisipasi dengan menyusun anggaran yang lebih realistis. Jika kembali terjadi penyesuaian dari pemerintah pusat, maka belanja daerah akan disesuaikan tanpa mengabaikan kebutuhan masyarakat.

"Kami belum tahu apakah nanti masih ada pemotongan atau tidak. Tapi paling tidak pemerintah daerah mempersiapkan diri. Kalaupun ada penyesuaian, belanja fiskalnya juga akan disesuaikan," ungkapnya.

Ia menegaskan, alokasi anggaran tahun depan tetap akan diprioritaskan pada program-program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. "Yang menjadi prioritas tentu pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, dan kebutuhan dasar masyarakat lainnya. Itu yang harus kami dahulukan," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Evaluasi Perjalanan Dinas dan Kejar Mandatori 20 Persen, Wabup Mahulu Matangkan APBD 2027

Evaluasi Perjalanan Dinas dan Kejar Mandatori 20 Persen, Wabup Mahulu Matangkan APBD 2027

Wabup Mahulu Suhuk pastikan evaluasi perjalanan dinas & kejar target anggaran pendidikan 20% dalam penyusunan APBD 2027.

Fokus Pemerataan Infrastruktur, Pemkab Paser Targetkan APBD 2027 Rp3,1 Triliun

Fokus Pemerataan Infrastruktur, Pemkab Paser Targetkan APBD 2027 Rp3,1 Triliun

DPRD Kabupaten Paser menggelar rapat paripurna penyampaian Nota Keuangan Raperda APBD Paser Tahun Anggaran 2027

Wabup Kutim Ingatkan Penyusun APBD 2027, Jangan Sampai Ada Pergeseran Anggaran Lagi

Wabup Kutim Ingatkan Penyusun APBD 2027, Jangan Sampai Ada Pergeseran Anggaran Lagi

Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Mahyunadi mengingatkan agar APBD 2027 tidak lagi mengalami pergeseran anggaran setelah ditetapkan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer