Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Anggaran Riset Kaltim Menyusut, BRIDA Tetap Targetkan 30 Penelitian dengan Cara Ini

D
Penulis: Denny Saputra❯
Kepala BRIDA Kaltim Fitriansyah. DOK/KP
Kepala BRIDA Kaltim Fitriansyah. DOK/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kalimantan Timur berupaya menjaga produktivitas penelitian di tengah penurunan anggaran riset.

Tahun ini, lembaga tersebut menargetkan tetap menghasilkan sekitar 20 hingga 30 penelitian melalui berbagai strategi efisiensi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi, perusahaan, hingga lembaga nonpemerintah.

Langkah itu dilakukan agar hasil riset tetap mampu mendukung pembangunan daerah meski dengan keterbatasan pembiayaan. Kepala BRIDA Kaltim Fitriansyah mengatakan, anggaran penelitian dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan dari kisaran angka tertinggi sekitar Rp 30 miliar lebih menjadi sekitar Rp 19 miliar.

Sebagian besar anggaran yang tersedia juga terserap untuk belanja rutin, sehingga ruang pembiayaan penelitian semakin terbatas. "Kami tidak berkecil hati. Kami mencari pendanaan riset dari luar, baik melalui perguruan tinggi, perusahaan, maupun lembaga luar negeri," ujarnya, Rabu (22/7).

Menurut dia, BRIDA menerapkan strategi penelitian yang lebih efisien agar jumlah riset tidak berkurang. Salah satunya dengan mengubah metode pengambilan sampel di lapangan. Jika sebelumnya penelitian dilakukan di 10 kabupaten dan kota, kini hanya dilakukan di beberapa daerah yang dinilai mewakili.

Advertisement

"Metodologinya kami sesuaikan seminimal mungkin supaya riset tetap berjalan, meskipun memang ada pengaruh terhadap hasilnya," jelasnya.

Dia menambahkan, biaya terbesar dalam penelitian berasal dari perjalanan dinas dan pengujian laboratorium. BRIDA belum memiliki laboratorium sendiri sehingga masih memanfaatkan fasilitas milik perguruan tinggi.

Karena itu, kolaborasi tidak hanya dilakukan pada pelaksanaan penelitian, tetapi juga pembiayaannya melalui skema join research dan join funding. "Kalau ada riset Rp 100 juta, misalnya separuh dibiayai BRIDA dan separuh lagi dari mitra. Jadi kolaborasi juga dalam pendanaannya," tambahnya.

Dia pun tetap menekankan kualitas dan pemanfaatan hasil penelitian, meski anggaran terbatas. Setiap riset diharapkan memberikan dampak nyata terhadap penyelesaian persoalan pembangunan maupun pengembangan potensi unggulan daerah.

"Kami mengukur bukan hanya jumlah riset, tetapi bagaimana hasilnya benar-benar dimanfaatkan dan berdampak bagi pembangunan Kaltim," tegasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Polres Kutai Barat dan KPPN Samarinda Perkuat Transparansi Pengelolaan Anggaran

Polres Kutai Barat dan KPPN Samarinda Perkuat Transparansi Pengelolaan Anggaran

Polres Kubar dan KPPN Samarinda perkuat transparansi pengelolaan anggaran melalui sosialisasi antikorupsi.

Daftar Wilayah Samarinda Padam Listrik Besok, Kamis 23 Juli 2026: Warga Jalan Yos Sudarso sampai Pangeran Suriansyah Siap-Siap!

Daftar Wilayah Samarinda Padam Listrik Besok, Kamis 23 Juli 2026: Warga Jalan Yos Sudarso sampai Pangeran Suriansyah Siap-Siap!

Cek daftar wilayah Samarinda padam listrik besok, Kamis, 23 Juli 2026.

Samaqua Siap Meluncur Agustus, Pemkot Samarinda Targetkan Jadi Sumber PAD Baru

Samaqua Siap Meluncur Agustus, Pemkot Samarinda Targetkan Jadi Sumber PAD Baru

AMDK Samaqua milik Perumda Tirta Kencana Samarinda siap diluncurkan awal Agustus 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer