Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kemarau Makin Panjang, 50 Hektare Lahan Pertanian Samarinda Terancam Gagal Panen

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
KEKERINGAN: Terancam gagal panen, sekitar 50 hektare lahan pertanian di Samarinda terdampak kekeringan akibat kemarau. Ilustrasi AI/KP
KEKERINGAN: Terancam gagal panen, sekitar 50 hektare lahan pertanian di Samarinda terdampak kekeringan akibat kemarau. Ilustrasi AI/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino mulai membayangi sektor pertanian Samarinda. Sekitar 50 hektare lahan di kawasan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, berpotensi gagal panen jika dalam sepekan ke depan tidak turun hujan atau mendapat pasokan air tambahan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam rapat antisipasi dampak El Nino yang dipimpin Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Samarinda, Rabu (19/8). Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dilibatkan untuk memetakan potensi dampak kekeringan dan menyiapkan langkah mitigasi.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda Suwarso mengatakan, pemerintah mulai mengidentifikasi wilayah dan sektor yang berpotensi terdampak apabila kemarau berlanjut hingga September bahkan Oktober.

"Di awal-awal ini kita melakukan tindakan mitigasi, identifikasi persoalan atau potensi risiko jika kemarau berlanjut sampai September, bahkan mungkin Oktober. Pemerintah Kota Samarinda sudah mengantisipasinya," ujarnya.

Menurutnya, salah satu ancaman paling nyata saat ini berada di sektor pertanian. Laporan petani menyebut sekitar 50 hektare lahan di Serayu berpotensi gagal panen akibat keterbatasan sumber air.

Advertisement

"Kalau dalam sepekan ke depan tidak dapat hujan atau dengan sistem rekayasa penyiraman yang lain, mereka bisa gagal panen," jelasnya.

Pemkot Samarinda meminta masing-masing OPD mengidentifikasi lahan pertanian dan perkebunan yang berpotensi terdampak, termasuk komoditas sayuran dan cabai. Hasilnya akan dilaporkan kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama usulan kebutuhan penanganan.

Suwarso menegaskan, bantuan tetap mengacu pada prinsip efisiensi anggaran. Pemerintah akan mengoptimalkan peralatan milik OPD serta menggandeng pihak perusahaan untuk membantu memenuhi kebutuhan air. "Pokoknya konsepnya kolaborasi, kita gerakkan semuanya," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Rekayasa 17 Transaksi Pelunasan Kredit, Mantan Pengelola Pegadaian Samarinda Disidang

Rekayasa 17 Transaksi Pelunasan Kredit, Mantan Pengelola Pegadaian Samarinda Disidang

Eks pengelola Pegadaian UPC M Said Samarinda disidang. Didakwa rekayasa 17 transaksi kredit hingga rugikan Rp1,22 M.

Usai TC di Samarinda, Timnas eFootball Indonesia Siap Bertarung di FIFAe Continental Championship

Usai TC di Samarinda, Timnas eFootball Indonesia Siap Bertarung di FIFAe Continental Championship

Timnas eFootball Indonesia resmi memulai perjuangan di FIFAe Continental Championship 2026 Malaysia.

Ditarget 7 Kursi Legislatif, PAN Samarinda Perkuat Konsolidasi hingga 59 Kelurahan

Ditarget 7 Kursi Legislatif, PAN Samarinda Perkuat Konsolidasi hingga 59 Kelurahan

DPD PAN Samarinda ditarget raih 7 kursi legislatif oleh DPW Kaltim. Ketua Suparno perkuat pengurus di 59 kelurahan & Gen Z.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer