Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Karhutla Ancam Keselamatan Pekerja, Perusahaan Diminta Evaluasi Risiko Kerja

N
Penulis: Nasya Rahaya❯

 


Advertisement

EVALUASI: Dalam kerangka yang lebih luas, Ida Ayu Indira menawarkan pendekatan Karhutla Risk Management yang mengintegrasikan aspek iklim, lingkungan, K3, kesehatan masyarakat dan manajemen bencana. (IST)
EVALUASI: Dalam kerangka yang lebih luas, Ida Ayu Indira menawarkan pendekatan Karhutla Risk Management yang mengintegrasikan aspek iklim, lingkungan, K3, kesehatan masyarakat dan manajemen bencana. (IST)

SAMARINDA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menyasar dunia kerja. Ketika kualitas udara memburuk dan temperatur meningkat, pekerja yang beraktivitas di luar ruangan menghadapi risiko kesehatan dan keselamatan yang lebih besar.

Dosen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman, Dr. Ida Ayu Indira Dwika Lestari mengatakan perhatian terhadap karhutla tidak boleh hanya diarahkan kepada masyarakat dan lingkungan.

Advertisement

Pekerja di sektor pertambangan, perkebunan, konstruksi, transportasi, migas hingga kehutanan juga menghadapi paparan asap dan panas selama menjalankan pekerjaan.

“Ketika kualitas udara memburuk dan temperatur lingkungan meningkat, perusahaan seharusnya melakukan penilaian risiko ulang terhadap aktivitas kerja,” ujarnya.

Menurut Ida, kondisi lingkungan yang berubah dapat mengubah tingkat bahaya di tempat kerja. Pekerjaan yang pada kondisi normal masih dapat dilakukan, bisa memiliki risiko lebih tinggi ketika suhu meningkat dan asap mulai memenuhi udara.

Advertisement

Karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan pola kerja berdasarkan tingkat risiko aktual. Penyesuaian dapat berupa perubahan jadwal kerja, pengaturan work-rest cycle, penyediaan cairan, pengurangan aktivitas fisik berat hingga pengendalian paparan asap.

Risiko tersebut juga dihadapi petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla. Petugas pemadam, relawan dan aparat dapat menghadapi panas ekstrem, inhalasi asap, kelelahan, dehidrasi serta medan kerja yang sulit.

“Karhutla juga merupakan isu K3 bagi mereka yang bekerja menghadapi bencana tersebut,” kata Ida.

Risiko lainnya adalah berkurangnya jarak pandang dan perubahan arah api. Kondisi tersebut dapat membuat petugas terjebak apabila sistem komunikasi dan pengawasan tidak berjalan dengan baik.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Waduk Manggar Menyusut 3 Meter akibat El Nino, DPRD Balikpapan Minta Warga Tak Langsung Menghakimi

Waduk Manggar Menyusut 3 Meter akibat El Nino, DPRD Balikpapan Minta Warga Tak Langsung Menghakimi

Debit air Waduk Manggar Balikpapan menyusut hingga 3 meter akibat El Nino. DPRD dan PTMB siapkan sumur dalam atasi distribusi air bersih.

Waduk Teritip dan Manggar Menyusut, Balikpapan Perketat Penjatahan Air Bersih

Waduk Teritip dan Manggar Menyusut, Balikpapan Perketat Penjatahan Air Bersih

Debit air Bendungan Teritip Balikpapan menyusut 2 meter imbas El Nino. BWS Kalimantan IV pangkas pasokan air PTMB demi bertahan hingga akhir

Panen Lokal Anjlok Dihantam Kemarau, Warga Kaltim Tak Perlu Panik Soal Beras

Panen Lokal Anjlok Dihantam Kemarau, Warga Kaltim Tak Perlu Panik Soal Beras

Dampak El Nino tekan panen lokal, Bulog Kaltimtara pastikan cadangan stok beras Kaltim tetap aman hingga akhir tahun.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer