Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kualitas Udara Samarinda Masih Kategori Sedang, Diskes Pantau Tren ISPA

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
LINGKUNGAN: Kualitas udara Samarinda masih tergolong aman di tengah ancaman asap karhutla. (RAMA/KP) 
LINGKUNGAN: Kualitas udara Samarinda masih tergolong aman di tengah ancaman asap karhutla. (RAMA/KP)  

Advertisement

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kondisi kualitas udara Samarinda di tengah ancaman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih tergolong aman. Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Samarinda mencatat kualitas udara dalam beberapa hari terakhir berada di bawah angka 50. Sementara tren kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) belum menunjukkan peningkatan berarti.

Advertisement

Kepala Diskes Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan, pemantauan kesehatan masyarakat dilakukan sebagai bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Karhutla dan Kekeringan akibat El Nino. Diskes secara khusus mengantisipasi gangguan kesehatan yang berkaitan dengan ISPA dan paparan kualitas udara.

Menurutnya, kualitas udara menjadi salah satu indikator yang terus dipantau. Dalam beberapa hari terakhir, kualitas udara Samarinda masih berada di bawah angka 50. "Beberapa hari ini kualitas udara alhamdulillah kita masih di bawah 50 terus. Jadi, masih kualitas udara sedang," ujarnya, Minggu (6/9).

Advertisement

Selain kualitas udara, Diskes memantau tren harian kasus ISPA dan melaporkannya kepada Satgas. Hingga kini, tren kasus ISPA masih relatif datar dan belum menunjukkan peningkatan berarti. "Angka tren ISPA itu ya datar saja. Enggak ada kenaikan yang berarti," jelasnya.

Ismed memastikan kondisi kualitas udara Samarinda masih aman untuk aktivitas masyarakat. Hujan yang turun di sejumlah wilayah, termasuk Samarinda Seberang, turut membantu menjaga kondisi udara.

"Kalau Samarinda itu tergolong aman, apalagi kemarin itu ada hujan di beberapa tempat, seperti di Samarinda Seberang. Pokoknya kualitas udara tidak di bawah 30," katanya.

Dengan kondisi tersebut, Ismed menilai gangguan kesehatan akibat kualitas udara masih sangat terkendali. Fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) juga dipastikan siap menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan.

"Dari segi gangguan kesehatan kita masih sangat-sangat terkendali. Faskes juga siap, sangat siap, insyaallah," tegasnya.

Meski masih dalam kategori sedang, masyarakat diimbau tidak terlalu lama beraktivitas di luar ruangan. Imbauan tersebut juga berlaku bagi anak-anak yang masih bersekolah.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tertinggal di Babak Pertama, Borneo FC U-20 Bangkit dan Bungkam Persijap 2-1 di Jepara

Tertinggal di Babak Pertama, Borneo FC U-20 Bangkit dan Bungkam Persijap 2-1 di Jepara

Borneo FC U-20 comeback kalahkan Persijap U-20 dengan skor 2-1 di Jepara. Pesut Muda sukses menyapu bersih dua laga EPA ONE 2026/2027.

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Urai Antrean BBM, Empat SPBU di Samarinda Disiapkan Beroperasi 24 Jam

Pemkot Samarinda mendorong penambahan jam operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi 24 jam.

Dekan Kesmas Ingatkan Dampak Kronis PM 2,5, Kelompok Rentan jadi Prioritas   

Dekan Kesmas Ingatkan Dampak Kronis PM 2,5, Kelompok Rentan jadi Prioritas  

Prof Iwan M Ramdan mengingatkan dampak jangka panjang paparan polutan PM 2,5 akibat karhutla.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer