Mabuk dan Emosi Makanan Telat Diantar, Pemuda di Samarinda Seberang Aniaya Pacar hingga Pingsan

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Seorang pemuda berinisial MB (18) terpaksa berurusan dengan aparat kepolisian setelah nekat menganiaya kekasihnya sendiri berinisial IA hingga tak sadarkan diri di pinggir jalan kawasan Samarinda Seberang, Sabtu (5/9) lalu.
Peristiwa kekerasan tersebut terjadi di Jalan Bung Tomo, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, tepatnya di depan kafe Tomoro. Korban yang menderita luka robek di bagian dalam bibir atas serta lebam di lengan harus dilarikan ke Rumah Sakit Mulya Medika untuk mendapatkan penanganan medis.
Insiden bermula ketika korban datang mengantarkan makanan ke rumah pelaku pada sore hari sekitar pukul 15.00 Wita. Tersangka MB yang kala itu berada di bawah pengaruh minuman beralkohol seketika naik pitam lantaran menuding korban terlambat datang.
Keduanya sempat terlibat adu mulut di kediaman pelaku. Korban yang tidak ingin memperpanjang pertengkaran berniat langsung bergegas pergi menuju tempat kerja mengendarai sepeda motor miliknya.
Namun, langkah korban ditahan MB yang bersikeras ingin mengantar sang kekasih ke tempat kerja. Korban sempat menolak niat tersebut karena menyadari kondisi fisik pelaku yang sedang mabuk berat dapat membahayakan keselamatan di jalan raya.
Baca Juga: 22 Tahun Kasus Munir, Koalisi September Hitam Samarinda Desak Negara Bongkar Aktor Intelektual
Penolakan itu justru membuat tersangka kian meradang. Pelaku sempat memukul lengan korban dan tetap memaksa untuk mengemudikan kendaraan, hingga akhirnya korban terpaksa menurut karena merasa takut.
Kekhawatiran korban terbukti saat melintas di jalan. Laju sepeda motor yang dikemudikan tersangka beberapa kali berjalan oleng dan nyaris terjatuh.
Melihat situasi berbahaya tersebut, korban meminta pelaku menepikan kendaraan dan menawarkan diri untuk bergantian memegang kemudi. Permintaan itu rupanya kembali menyulut amarah tersangka.
Saat berhenti di seberang kafe Tomoro, MB tiba-tiba melayangkan sikunya ke arah wajah korban dengan sangat keras. Hantaman mendadak itu membuat korban terpental ke jalan dan seketika pingsan.
Merasa keberatan atas perlakuan kasar dan luka fisik yang diderita, korban bersama pihak keluarga kemudian mendatangi Mapolsek Samarinda Seberang untuk membuat laporan resmi. Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh Unit Reskrim Polsek Samarinda Seberang dengan memburu keberadaan pelaku.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




