Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak Kekeringan Samarinda: Kasus ISPA Naik Signifikan, Warga Waspadai Diare

D
Penulis: Denny Saputra❯
WASPADAI: Kekeringan yang masih melanda Samarinda dan sekitarnya membuat sejumlah gangguan kesehatan turut mengintai warga seperti ISPA hingga diare. DENNY SAPUTRA/KP
WASPADAI: Kekeringan yang masih melanda Samarinda dan sekitarnya membuat sejumlah gangguan kesehatan turut mengintai warga seperti ISPA hingga diare. DENNY SAPUTRA/KP

Advertisement

KALTIMPOST, SAMARINDA - Kekeringan yang melanda Samarinda tak hanya berdampak pada keterbatasan air baku Perumda Tirta Kencana. Kondisi tersebut juga mulai menjadi perhatian dari sisi kesehatan, menyusul peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta potensi munculnya penyakit lain akibat terbatasnya air bersih.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda dr Ismid Kusasih mengatakan, kasus ISPA mengalami peningkatan sekitar 20 persen sepanjang Agustus jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, terutama Juni dan Juli.

“Yang jelas, kenaikan itu di sepanjang bulan Agustus. Kalau dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, peningkatannya sekitar 20 persen,” ujarnya Minggu (13/9).

Dia menjelaskan memasuki September, kasus ISPA berdasarkan pemantauan harian disebut masih berada pada level yang relatif sama dengan Agustus. Meski terjadi peningkatan, kondisi tersebut dinilai masih terkendali.

"Di sisi lain, keterbatasan air bersih akibat kondisi Sungai Mahakam juga perlu diantisipasi. Terlebih, intrusi air laut yang masuk ke sungai berpotensi memengaruhi produksi air bersih," jelasnya.

Advertisement

Menurut dr Ismid, kondisi tersebut perlu diperhatikan dari aspek kesehatan. Termasuk apabila kadar klorin dalam proses pengolahan air meningkat. Keterbatasan air juga dapat berdampak pada kebutuhan mandi, mencuci, hingga sanitasi masyarakat.

"Kami meminta tim di puskesmas agar turut memantau kasus diare yang berkaitan dengan ketersediaan air bersih. Kendati demikian, hingga September belum terlihat peningkatan signifikan," tambahannya.

Sebagai bagian dari Satuan Tugas Penanganan Bencana Kekeringan, Dinkes Samarinda mengikuti arahan dalam satu komando pemerintah kota. Untuk kebutuhan logistik medis, Ismid memastikan persediaan sementara masih mencukupi.

"Kami mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak penting, terutama saat paparan matahari tinggi. Bagi warga yang harus beraktivitas di luar, perlindungan diri seperti masker, topi, dan alat pelindung diri lainnya perlu digunakan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan selama musim kemarau," pungkasnya. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Turap Sungai Mahakam di Kawasan Teras Samarinda Longsor, Komisi III Belum Terima Laporan

Turap Sungai Mahakam di Kawasan Teras Samarinda Longsor, Komisi III Belum Terima Laporan

Turap Teras Samarinda tahap 2 longsor kian melebar. Komisi III DPRD Samarinda segera panggil DPUPR usai mengaku belum menerima laporan resmi

Berawal dari Rasa Nyaman Sendiri, Brand Susah Bangun Asal Samarinda Laris ke Berbagai Pulau

Berawal dari Rasa Nyaman Sendiri, Brand Susah Bangun Asal Samarinda Laris ke Berbagai Pulau

Simak kisah Yustina Yuliani merintis Bed Cover Susah Bangun di Samarinda hingga tembus pasar lintas pulau berbekal keunikan dan kualitas.

Gebyar Auto Show Destinator Hadir di Samarinda, Simak Fakta SUV 7 Penumpang Ini di Usia 1 Tahun

Gebyar Auto Show Destinator Hadir di Samarinda, Simak Fakta SUV 7 Penumpang Ini di Usia 1 Tahun

Mitsubishi Destinator genap satu tahun di Indonesia. Gebyar Auto Show hadir di Samarinda 14-20 September 2026 dengan test drive dan promo.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer