Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasokan Air Bersih Samarinda Berangsur Normal, Intrusi Air Asin Sisa di IPA Bantuas

M
Penulis: M Hafiz Alfaruqi❯
Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana, Cevi Wahyudi. HAFIZ/KP
Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana, Cevi Wahyudi. HAFIZ/KP

Advertisement

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Distribusi air bersih di Samarinda berangsur pulih setelah ancaman intrusi air laut di Sungai Mahakam dinyatakan kembali ke kondisi normal, Senin (14/9). Perumda Tirta Kencana mengonfirmasi mayoritas instalasi pengolahan air (IPA) kini sudah kembali beroperasi melayani pelanggan.

Sebelumnya, intrusi air laut sempat memicu status krisis pada 10 September lalu. Saat itu, air asin merembes masuk hingga ke IPA Tirta Kencana, IPA Samarinda Seberang, dan IPA Gunung Lipan.

Asisten Manajer Humas Perumda Tirta Kencana Cevi Wahyudi menjelaskan, kondisi klorida terus membaik setelah hasil uji laboratorium menunjukkan penurunan kadar klorida. Pada 12 September, status berangsur turun ke tingkat siaga, lalu melandai ke status waspada pada 13 September.

Advertisement

"Per tanggal 14 September hari ini, kondisi kita sudah kembali normal. Dari sepuluh IPA yang sebelumnya terdampak, saat ini hanya menyisakan IPA Bantuas saja yang produksinya belum optimal," ujarnya, Senin (14/9).

Menurut Cevi, kadar klorida di sebagian besar IPA kini sudah berada di bawah ambang batas standar kelayakan, yakni di bawah 250 ppm. Fasilitas pengolahan seperti IPA Selili, IPA Sungai Kapih, IPA Kalhol, hingga IPA Pulau Atas sudah beroperasi secara penuh.

Advertisement

Cevi menerangkan bahwa IPA Bantuas masih mengalami kendala karena posisinya paling dekat dengan muara laut. Hingga Senin siang sekitar pukul 11.53 WITA, kadar klorida pada sumber air baku di IPA Bantuas masih bertengger di kisaran 1.000 ppm.

"Intrusi air asin pertama kali memang masuk melalui IPA Bantuas. Karena itu, waktu penurunannya juga memerlukan proses lebih lama dibandingkan instalasi lainnya," tuturnya.

Kendati demikian, Cevi menegaskan Perumda Tirta Kencana tidak menghentikan total pengolahan air di IPA Bantuas selama 24 jam penuh. Petugas di lapangan menerapkan skema buka tutup dengan mengurangi jam operasional produksi.

Skema dinamis ini bergantung pada hasil pengujian mutu air baku yang dilakukan secara intensif. "Pemantauan kami lakukan tiap 15 menit sekali. Apabila kadar klorida menurun kita langsung produksi, tetapi saat naik kita setop sementara," tegasnya.

Intrusi air asin sebelumnya sempat menjalar ke 10 IPA secara berurutan di sepanjang aliran Mahakam. Wilayah terdampak bermula dari IPA Bantuas, Palaran, Pulau Atas, Kalhol, Sungai Kapih, Selili, Tirta Kencana, Cendana, Samarinda Seberang, hingga IPA Gunung Lipan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Satu Tahun RS Mulya Medika Samarinda, Layani BPJS Kesehatan hingga Kembangkan Teknologi Medis Modern

Satu Tahun RS Mulya Medika Samarinda, Layani BPJS Kesehatan hingga Kembangkan Teknologi Medis Modern

RS Mulya Medika Samarinda rayakan HUT ke-1. Owner H. Muchyar D.M komitmen tingkatkan layanan medis dan BPJS.

Motor Sport Raib di Parkiran Kafe Samarinda, Tiga Pelaku Curanmor Bernasib Begini

Motor Sport Raib di Parkiran Kafe Samarinda, Tiga Pelaku Curanmor Bernasib Begini

Aksi komplotan pencuri kendaraan bermotor dibuat tak berkutik setelah sebelumnya sempat mencuri satu motor sport di parkiran kafe.

Cegah Gagal Tanam, BPBD Samarinda Salurkan Air untuk 207 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan

Cegah Gagal Tanam, BPBD Samarinda Salurkan Air untuk 207 Hektare Sawah Terdampak Kekeringan

Kekeringan ancam musim tanam di Samarinda. BPBD salurkan air untuk 207 hektare sawah di 7 lokasi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer